Ilustrasi. Foto : Antara
Ilustrasi. Foto : Antara

Mahasiswa Malang Ini Ciptakan Pupuk dari Ampas Tahu

Ngopibareng.id Teknologi dan Inovasi 08 July 2018 13:22 WIB

Limbah tahu ternyata bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Salah satunya yang diciptakan Mahasiswa Fakultas Pertanioan dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan membuat pupuk organik memanfaatkan limbah tahu untuk tanaman microgen, hydrilla dan hidrogel.

Nasihul Mukmin, pencipta pupuk organik yang diberi nama "Vegredilla" itu, mengemukakan ide inovasi yang mereka buat berawal dari keresahan akan fenomena alih fungsi lahan yang mengakibatkan terbatasnya ruang untuk menanam tanaman.

"Kami juga mendapatkan data bahwa konsumsi sayuran masyarakat kita mengalami peningkatan. Oleh karena itu, kami berfikir bagaimana caranya bisa menciptakan inovasi yang sesuai dengan kedua kondisi tersebut," kata dia Minggu 8 Juli 2018.

Ia menambahkan, hasil dari pengolahan limbah tahu menjadi pupuk organik dirasa cocok dan terbukti mampu meningkatkan nilai nutrisi tanaman yang menggunakan pupuk tersebut. Microgreen yang merupakan salah satu jenis tanaman konsumsi bisa memiliki nutrisi yang lebih tinggi bila menggunakan pupuk organik dari limbah tahu ini.

Selain inovatif untuk meningkatkan kandungan nutrisi tanaman, terobosan ini juga berhasil terpilih sebagai Juara 1 dalam ajang Agrifasco 2018 yang diadakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Januari lalu. Tim UMM berhasil menjadi juara setelah mengalahkan berbagai inovasi lain dari seluruh universitas di Indonesia yang berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Ia menerangkan dari 10 finalis yang presentasi, UMM keluar sebagai juara, disusul Universitas Tanjung Pura dan Universitas Gajah Mada (UGM) di tempat ketiga.

Raihan ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Dosen pendamping tim Vegredilla UMM, Erfan Dani Septia mengakui capaian mahasiswanya ini merupakan hasil yang luar biasa. Meskipun juara bukan menjadi target utama, hasil ini menjadi bonus usaha yang selama ini dilakukan.

"Saya selalu menekankan pada mahasiswa bahwa yang terpenting adalah kita bisa berproses dengan baik. Soal bagaimana hasilnya nanti itu sekedar bonus saja," ujarnya.

Erfan menambahkan bahwa karya mahasiswanya ini dianggap sebagai salah satu bentuk inovasi tepat guna oleh juri. Faktor tersebut yang akhirnya menjadi nilai plus pada saat sesi penilaian. "Dan, itu pula yang akhirnya membawa mahasiswa UMM keluar sebagai juara," kata dia.

Vegedrilla merupakan inovasi yang terdiri dari kombinasi pemanfaatan limbah tahu sebagai pupuk organik bagi tanaman microgreen, hydrilla dan juga hidrogel.

Selain Nasihul Mukmin, mahasiswa lainnya yang terlibat dalam penemuan inovasi tersebut adalah Sarabila Karima, mahasiswa  Program Studi (Prodi) Agribisnis dan Prodi Agroteknologi FPP UMM.(ant)

Penulis : Wahidin

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Jan 2021 19:20 WIB

Petani Banyuwangi dapat Bantuan Pupuk Organik Gratis

Jawa Timur

Pupuk organik gratis untuk petani di Banyuwangi.

16 Oct 2020 17:57 WIB

Peraturan Pupuk Subsidi Rumit, Petani Tambah Terhimpit

Jawa Timur

Petani makin terhimpit dengan kebijakan pupuk bersubsidi yang baru.

16 Jan 2020 19:00 WIB

DPRD Banyuwangi Ajak Petani Beralih ke Pupuk Organik

Jawa Timur

Anggota DPRD Banyuwangi minta dikirim ke luar negeri untuk belajar pertanian

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...