Dalam merayakan hari Bidan Internasional, mahasiswa Prodi D3 Kebidanan Universitas NU Surabaya (UNUSA) terus menggalakkan sosialisasi pencegahan dini kanker serviks untuk warga Surabaya. Sosialisasi ini dengan membagikan bunga dan leaflet KIE (Komunikasi Informasi, dan Edukasi) di Jalan Darmo, Surabaya.

Mahasiswa Kebidanan UNUSA Serukan Bahaya Kanker Serviks

12 May 2018 21:12

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Kanker serviks merupakan penyakit ganas yang menyerang setiap wanita di Indonesia. Bahkan kanker rahim ini merupakan pembunuh nomor satu bagi wanita. Di Indonesia jumlah penderita kanker serviks menempati urutan kedua di dunia. Tahun 2017 jumlah penderita di Indonesia mencapai 21,7 Juta jiwa.

Keganasan penyakit ini membuat mahasiswa Kebidanan Universitas NU Surabaya terus mensosialisasikan pencegahan dini kanker serviks untuk warga Surabaya. Sosialisasi ini dilakukan dengan membagikan bunga dan brosur atau leaflet kepada pengguna jalan di Jalan Diponegoro dan Darmo, pada pekan lalu.

Ketua Prodi D3 Kebidanan UNUSA, Fritria Dwi Anggraeni, SST. M.Kes. mengungkapkan bidan tidak hanya berperan penting membantu perempuan dalam pemeriksaan kehamilan, proses persalinan atau pemeriksaan nifas. Lebih jauh, bidan merupakan garda terdepan untuk deteksi dini dan pencegahan kanker serviks.

Kepedulian mahasiswa kebidanan UNUSA terhadap bahaya kanker serviks. Kanker ini merupakan pembunuh nomor 1 perempuan di Indonesia.

"Bidan adalah orang pertama yang berhadapan dengan perempuan. Jadi sangat mungkin melakukan deteksi dini kanker serviks," katanya. 

Lanjut dosen D3 Kebidanan UNUSA ini, deteksi dini perlu dilakukan karena pada umumnya kanker serviks tidak memiliki gejala khas layaknya kanker payudara. Untuk itu, perempuan sangat dianjurkan melakukan pemeriksaan secara rutin. Deteksi dini kanker serviks yang dapat dilakukan oleh bidan yaitu melalui tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Selain mudah dan murah, tes IVA hanya memakan waktu sekitar lima untuk dapat mendeteksi gejala kanker serviks.

Sejauh ini, kesadaran perempuan memeriksakan dirinya ke bidan untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini masih sangat rendah. Padahal, semakin cepat terdeteksi maka akan semakin cepat pula pencegahan kanker masuk ke stadium lanjut. "Deteksi kanker sejak dini akan membantu mempermudah pengobatan kanker itu sendiri," ujarnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Kebidanan Unusa, Mahfira Fitri Maulani mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bentuk kasih sayang para bidan kepada seluruh perempuan di Indonesia. Karena kanker serviks sangat berbahaya dan menyerang para wanita.

Sementara Ketua Himpunan Mahasiswa Kebidanan Unusa, Mahfira Fitri Maulani mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bentuk kasih sayang para bidan kepada seluruh perempuan di Indonesia. Karena kanker serviks sangat berbahaya dan menyerang para wanita.

"Mencegah dini kanker serviks lebih berharga. Cara mencegah kanker serviks yang paling ampuh adalah dengan melakukan test dan screening serviks untuk mengetahui kondisi virus (human papillomavirus) HPV. Virus HPV yang menjadi penyebab kanker serviks ini menyebar akibat infeksi pada kelamin yang menular dengan cara hubungan seksual," katanya. 

Lanjut Mahfira, saat ini kanker serviks menjadi penyakit mematikan urutan pertama bagi perempuan di dunia. Karena kanker serviks sangat sulit dideteksi sejak awal. Kebanyakan kanker serviks diketahui setelah tumor tumbuh dalam stadium lanjut," katanya. (Humas UNUSA)