Anggota tim Gardelive saat menunjukan aplikasi. (Foto: istimewa)
Anggota tim Gardelive saat menunjukan aplikasi. (Foto: istimewa)

Berkebun di Era 2.0, Mahasiswa ITS Gagas Aplikasi Gardellive

Ngopibareng.id Pendidikan 20 January 2021 19:05 WIB

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas sebuah aplikasi Gardellive, suatu inovasi yang mengintegrasikan telepon seluler (ponsel) dan kondisi kebun komunitas dengan memanfaatkan sensor berbasis artificial intelligence (AI).

Hal ini didasari upaya untuk membantu perekonomian Indonesia lewat sektor perkebunan dengan teknologi yang lebih canggih.

Ketua tim penggagas Gardellive, Muhammad Nur Slamet mengatakan, aplikasi ini untuk memaksimalkan komunitas berbasis hidroponik dengan menekan biaya  untuk memantau tanamannya.

Para pekebun akan dibantu merekap perkembangan tanaman dengan bantuan AI sebagai sensor pendeteksi di lapangan. “Mulai dari sistem pengairan, pengukuran pH, temperature, dan kelembapan, semua telah terintegrasi melalui Gardellive,” kata mahasiswa yang akrab disapa Omet ini

Dari pembacaan sensor berbasis AI itu, pekebun juga disuguhi berbagai solusi penanganan apabila terdapat gejala masalah yang menyerang kebun komunitasnya.

Tak hanya memfasilitasi para pekebun melalui fitur Gardener, Omet dan timnya juga menaruh menaruh fitur Buyers sebagai pelengkap. Melalui fitur ini, masyarakat sekitar akan terhubung kepada para pekebun, dan pekebun pun akan lebih mudah menjajakan hasil panennya.

Tampilan aplikasi Gardelive Foto istimewaTampilan aplikasi Gardelive. (Foto: istimewa)


“Di luar itu, Gardellive menyuguhkan keunggulan berupa kelengkapan data, sistem koperasi dan jual beli, serta teknologi yang digunakan,” urai mahasiswa Departemen Teknik Material dan Metalurgi ini.

Dengan kelengkapan data yang disimpannya, rekomendasi-rekomendasi atas masalah perkebunan akan semakin beragam ditawarkan kepada para pekebun. Sementara sistem koperasi, dipasang untuk mempermudah penjaringan konsumen dan stakeholder yang mungkin terkait.

“Pada penyusunan teknologi Gardellive, kami memanfaatkan Artificial Neural Network agar automatisasi kerja sensor, CCTV, pH meter, arduino uno, dan material lain berjalan lancar,” imbuhnya.

Sistem yang dirangkai sedemikian rupa itu, diharapkan Omet dan keempat temannya, agar dapat berjalan dan tetap menjaga efektivitas waktu.

Sebagai salah satu alat ukur efektivitas waktu dan langkah kerja, Gardellive pun menyediakan papan timeline dalam layanannya. Layanan ini bermaksud untuk merekomendasikan waktu tepat kapan langkah pemupukan sebaiknya dikerjakan, hingga kapan sebaiknya dipanen.

“Jadwal yang direkomendasikan oleh papan timeline ini mengikuti sistem, berdasarkan potret tanaman yang ditangkap oleh detector di lapangan,” terangnya.

Penulis : Pita Sari

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Mar 2021 22:00 WIB

Cuaca Esktrem, Tanaman Hortikultura di Madiun Ganti Harga

Jawa Timur

Lombok, tomat, dan bawanh merah terdampak cuaca.

03 Mar 2021 21:45 WIB

Terlilit Utang, Warga Pagesangan Gadaikan Mobil Milik PNS

Kriminalitas

Pelaku awalnya menyewa mobil, namun akhirnya menghilang

03 Mar 2021 21:30 WIB

Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Ratusan Iphone

Kriminalitas

Iphone tersebut diselundupkan melalui jalur udara dari Batam.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...