Made Arya Satria Dewangga, Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dari Departemen Desain Produk ITS berhasil membuat karya desainnya yang bernama Audi Convert

Mahasiswa ITS Desain Mobil SAR Sakti

Teknologi dan Inovasi 07 August 2020 13:13 WIB

Made Arya Satria Dewangga, Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dari Departemen Desain Produk ITS berhasil membuat karya desainnya yang bernama Audi Convert "Search and Rescue Edition" (AC-SAR). Desain mobil untuk pencarian dan penyelamatan (SAR) ini unik karena menggunakan teknologi uni-ball, ban berbentuk bola yang bisa digunakan di berbagai medan berbeda.

"Untuk teknologi ini, saya memanfaatkan chassis atau tulang mobil dan teknologi uni-ball yang kemudian dimodifikasi sedemikian rupa agar menjadi mobil SAR. Terdapat beberapa penyesuaian di bagian interior dan eksterior mobil agar dapat memenuhi fungsi dan standar sebagai mobil SAR di seluruh dunia,” ungkap Made biasa ia disapa.

Made mengungkapkan, terdapat pula desain pendukung lain untuk memudahkan misi SAR. Pertama, quick scan diagnosis yang merupakan teknologi untuk mendapatkan hasil diagnosis cepat bagi korban yang terluka. Kedua, reusable tire yakni ban mobil yang dapat kembali ke bentuk bola ketika dilepas atau diganti sehingga dapat digunakan di misi lain.

"Tak hanya itu, terdapat juga search drone, yakni asisten multifungsi yang gesit dan fleksibel untuk menjangkau daerah sulit serta dapat mengangkat supa-med box atau kotak medis yang memuat semua kebutuhan korban,” katanya.

Terakhir, yakni electric winch yang berguna untuk memberikan daya dorong pada mobil apabila tersangkut di lumpur atau batuan, serta menarik korban ke tepi danau.

Desain mobil virtual yang buat Made FotoistimewaDesain mobil virtual yang buat Made. (Foto:istimewa)

Made menceritakan, terciptanya AC-SAR ini sendiri merupakan buah dari keingintahuan mahasiswa asal Denpasar ini mengenai dunia SAR. Menurutnya, mobil SAR yang ada selama ini, didesain hanya untuk satu medan khusus agar kinerjanya optimal. Sehingga memerlukan model mobil dan spesifikasi yang berbeda untuk tiap medan yang hendak ditempuh. Misalnya, mobil untuk misi di hutan berbeda dengan di padang es.

Made memberi contoh pengaplikasian AC-SAR di medan yang nyata yakni pada Gunung Batur, Bali. Di sana memiliki berbagai tipe medan yang berdekatan mulai dari bebatuan vulkanik, hutan, hingga tanah berlumpur.

Ketika ada seorang petualang mengalami cedera dan butuh bantuan, mobil SAR biasa akan sulit dan bisa memakan waktu berhari-hari. "Di sinilah AC-SAR itu berperan, operasi evakuasi dapat lebih efektif," klaimnya.

Tidak hanya itu, lanjut pemuda kelahiran 1999 ini, AC-SAR yang menerapkan prinsip upcycle tersebut memiliki prinsip ramah lingkungan dan sustainable. Upcycle sendiri merupakan pengalihan fungsi suatu produk atau desain yang pernah ada secara kreatif agar memiliki nilai baru yang lebih dari desain sebelumnya.

Penulis : Pita Sari

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 Sep 2020 21:15 WIB

Pemulihan Ekonomi 2021, Pemkot Malang Kaji Pembangunan LRT

Jawa Timur

Panjang trase capai 35 kilometer.

29 Sep 2020 21:05 WIB

Jemput Pasien Positif, Satgas Probolinggo Dihadang Ratusan Warga

Jawa Timur

Perempuan baru saja melahirkan positif Covid-19 hasil swab.

29 Sep 2020 21:00 WIB

Liga Ditunda, Persebaya Stop Aktivitas Latihan

Liga Indonesia

Tim diliburkan sampai waktu yang belum ditentukan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...