Aliansi mahasiswa dari berbagai daerah mendatangi gedung DPR RI. Mereka menolak RUU KUHP dan Revisi UU KPK. (Foto: Asmanu/ngopibareng.id)

Kepung DPR, Gabungan Mahasiswa Tolak RUU KUHP dan Revisi UU KPK

Nasional 24 September 2019 11:45 WIB

Aliansi mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jakarta dan Bogor menyatakan akan kembali menggelar aksi di depan gedung DPR, Selasa, 24 September 2019.

Mereka menolak revisi UU KPK, serta disahkannya RUU KUHP, Pertanahan, dan beberapa RUU yang kontroversial.

Aksi ini juga akan diikuti mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Mereka berangkat ke Jakarta untuk ikut aksi di gedung DPR RI.

Namun, semalam bus mereka ditahan Polres Brebes dengan alasan surat perjalanan bus kurang lengkap.

Para mahasiswa Undip berkumpul di SPBU Tembalang sejak Senin, 23 September 2019 malam. Namun, mereka baru bisa berangkat sekitar pukul 01.00 WIB.

Kepala Bidang Sosial Masyarakat dan lingkungan Hidup (Somaliah) BEM FEB Undip, Aditya Ramadhan, mengatakan sempat ada pencegahan halus dari kepolisian.

Tiga bus dari Undip berangkat kemudian bergabung 2 bus yang mengangkut mahasiswa Unnes. Namun sekitar pukul 03.00 WIB di tol Tegal mereka diarahkan keluar Pantura dan berhenti di Mapolres Brebes.

"Ini kami sama Unnes ada 5 bus. Ini disuruh berhenti katanya ada surat dari PO yang belum lengkap. Sampai sekarang masih berhenti," ujarnya.

Pihaknya saat ini berusaha untuk mencari bus pengganti dan masih menunggu. Tujuannya langsung ke gedung DPR RI namun belum bisa memastikan pukul berapa sampai, kata koordinator aliansi BEM SI Pusat Nurdiansyah, dalam siaran persnya.

Selain dari Semarang, perwakilan BEM UGM juga bergerak menuju Gedung DPR. bergabung dengan mahasiswa yang lain.

Pihak kepolisian pun menyiapkan rekayasa lalu lintas terkait aksi mahasiswa untuk mengurai kemacetan.

"Kalau ada demo besar akan dilakukan rekayasa lalu lintas," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir, Selasa 24 September 2019.

Polisi memang melakukan rekayasa lalu lintas selama demonstrasi di depan gedung DPR berlangsung pada Senin (23/9). Salah satunya adalah penutupan pintu keluar tol yang berada di depan DPR.

Selain itu, rekayasa lalu lintas juga dilakukan dengan penutupan flyover Ladogi yang diarahkan ke Gerbang Pemuda. Kemudian, lalu lintas dari Gerbang Pemuda ke kiri ditutup dan diputar balikkan ke Gerbang Pemuda. (asm)

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Aug 2020 09:15 WIB

DPR Soroti Inpres Jokowi Soal Sanksi Pelanggaran Protokol Covid

Nasional

Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Daulay soroti dua hal dalam Inpres 6/2020.

05 Aug 2020 08:27 WIB

Cornelis Lay, Guru Besar Fisipol UGM Meninggal Dunia

Tokoh

Sejak lama menderita penyakit jantung

04 Aug 2020 16:20 WIB

Komisi X DPR Desak Kemendikbud Ajukan Dana Darurat Pendidikan

Nasional

Percepat serapan anggaran covid-19

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...