Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Diah Natalisa, meninjau Anjungan Dukcapil Mandiri di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. (Foto: Dok. PAN-RB)

Anjungan Dukcapil Mandiri Pertama di Kabupaten Magetan

Nasional 25 February 2020 19:50 WIB

Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Hal ini dibuktikan dengan menghadirkan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang dilengkapi Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) pertama di Indonesia.

Keberadaan ADM yang diresmkan sejak 15 Januari 2020 ini, dinilai makin memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan tanpa harus berurusan dengan makelar ataupun calo.

Mesin ADM itu bisa mencetak dua kartu, yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Identitas Anak (KIA). Kehadiran MPP dengan mesin ADM ini mendapat apresiasi dari Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Diah Natalisa.

"Saya sangat bangga karena dengan berbagai tantangan yang ada, Magetan mampu menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan juga membahagiakan warganya," ujar Diah saat meninjau MPP, Selasa 25 Februari 2020.

Sebanyak 217 layanan dari 23 instansi berada dalam naungan MPP ini. Mulai dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Samsat, Kantor Imigrasi, Dinas Kesehatan, Kantor Pos, hingga berbagai bank seperti BRI, Taspen, dan Bank Jatim turut meramaikan MPP yang berada di lantai 2 Pasar Baru Magetan tersebut.

Anjungan Dukcapil Mandiri ADM bisa mencetak dua kartu yakni Kartu Tanda Penduduk KTP dan Kartu Identitas Anak KIA Foto Dok PANRBAnjungan Dukcapil Mandiri (ADM) bisa mencetak dua kartu, yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Identitas Anak (KIA). (Foto: Dok. PAN-RB)

Diah mengapresiasi kinerja Pemkab Magetan yang responsif dan cepat untuk mengembangkan MPP. Menurut Diah, langkah-langkah penyempurnaan sarana di MPP Kab. Magetan terus digalakkan.

“Kami akan terus melaksanakan pembimbingan dan rencana perluasan gedung,” ungkap Diah.

Lebih lanjut Diah mendorong agar MPP Kab. Magetan terus disempurnakan melalui evaluasi pelayanan guna meningkatkan Ease of Doing Business (EoDB) atau kemudahan berusaha. Menurutnya, sebagai one stop area, kemudahan berbisnis tidak hanya akan meningkatkan investasi, tapi juga berdampak pada kebahagiaan masyarakat.

Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, pemilihan lokasi MPP Magetan di tengah pasar tradisional tersebut dapat meningkatkan kunjungan masyarakat ke Pasar Baru.

Suprawoto optimis peningkatan kunjungan tersebut juga akan menggerakkan ekonomi rakyat, khususnya di Magetan. Sebelum grand launching, pasar sekaligus MPP Kab. Magetan akan direnovasi dan menambahkan beberapa sarana prasarana pendukung.

Tujuannya, adalah untuk kenyamanan warga serta menarik kunjungan masyarakat ke MPP Kabupaten Magetan. "Insyaallah, kita buat pasar rakyat tapi seperti mal agar ekonomi rakyat betul-betul tergerak," imbuh Suprawoto.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Jun 2020 18:40 WIB

Update Corona di Indonesia: 28.233 Positif, 1.698 Meninggal

Nasional

Kasus corona di Indonesia masih terus bertambah hingga hari ini.

03 Jun 2020 18:10 WIB

Pasien Covid di Indonesia Berjumlah 28.233 Orang

Nasional

Dalam sehari penambahan pasienĀ  positif 684 orang.

03 Jun 2020 14:09 WIB

Presiden: Sektor Usaha Harus Cegah PHK Secara Masif

Nasional

Agar pertumbuhan ekonomi tak terkoreksi lebih dalam.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...