Mantan pelatih Bayern Munchen, Felix Magath. (Foto: Marca/AFP)

Magath: Tanpa Messi, Sistem Barcelona Tidak Jalan

13 Oct 2020 11:23

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Mantan pelatih Bayern Munchen, Felix Magath, baru-baru ini melontarkan pernyataan terkait siapa di balik kesuksesan Barcelona meraih sembilan gelar di masa kepemimpinan Josep Guardiola. Ia secara meyakinkan menyebut Messi adalah aktor utamanya, bukan Pep Guardiola.

Bagi Magath, Messi secara individu berperan besar atas capaian Barcelona saat itu. Ia menyebut betapa berpengaruhnya bintang Argentina itu dalam skema yang dimainkan tim raksasa Catalan tersebut. Sebaliknya, dia menyoroti kegagalan Guardiola sejak tak bersama Messi.

Ia mengatakan, pada periode 2008 hingga 2012, Barcelona memainkan sepak bola terbaik yang pernah ada di olahraga ini. Sebuah periode tersukses dalam sejarah klub, termasuk raihan dua gelar Liga Champions.

Menurutnya, tahun-tahun gemilang itu berkat penampilan cemerlang Messi yang bisa mengubah permainan menjadi lebih baik, dan membuat perbedaan sendirian.

"Itu Messi yang memenangkan gelar dan bukan Guardiola ," kata Magath kepada Bild. Baginya, tanpa La Pulga, sistem Barcelona tidak akan pernah bekerja sesukses masa-masa Pep berkuasa.

Guardiola sendiri menikmati kesuksesan domestik dengan setiap klub yang dia latih, termasuk di Bundesliga di mana dia memenangkan tiga gelar selama bersama Bayern Munchen, tapi tidak di panggung Eropa.

Dia juga menghadapi masalah serupa di Manchester City. Pasalnya, meski ada investasi besar dalam hal transfer pemain yang dilakukan klub raksasa Inggris tersebut, Guardiola nyatanya belum berhasil memenangkan kompetisi elit Eropa dalam empat tahun di Premier League.

Dengan catatan ini, Magath merasa bahwa pendekatan spesifik Pep cacat dengan absennya bintang Argentina itu.

"Jika (sistem) berhasil, dia akan memenangkan Liga Champions bersama Bayern atau City sejak lama. Dia menang karena Messi bisa keluar dan mengubah permainan."

Magath menilai, gaya permainan yang dipaksakan Guardiola tidak begitu enak dipandang penonton. "Bagi penonton, memiliki bola dan hanya mengopernya saja itu membosankan. Ini hanya berhasil jika para pemain Anda secara teknis lebih unggul," tutupnya.