Mantan Kapolda Jatim, Machfud Arifin, saat bersama Wapres RI, Ma'ruf Amin. (Foto: Istimewa)
Pilwali Surabaya 2020

Machfud Arifin, Kuda Hitam di Pilwali Surabaya 2020

Pilkada 03 January 2020 19:00 WIB

Mantan Ketua TKD Jatim Jokowi-Ma'ruf, Irjen Pol Machfud Arifin mulai gerak cepat membangun kekuatan guna mencalonkan diri sebagai calon wali (cawali) Kota Surabaya dalam Pilkada Serentak 2020.

Selain dekat dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Machfud diketahui juga akan mendapat restu dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Beberapa waktu lalu diketahui, Ketua DPW PAN Jatim, Masfuk mendatangi kediaman Machfud. Meski begitu, Bupati Lamongan dua periode ini mengaku hanya bersilaturrahmi saja.

“Saya kenal Pak Machfud ini kan cukup lama. Saya kira kita patut bangga kepada beliau, pekerja keras, punya visi dan sering melakukan terobosan. Dan, jangan lupa beliau ini adalah arek Suroboyo, sangat peduli kepada Surabaya, sangat cinta. Saya silaturrahmi kepada beliau untuk berbincang-bincang,” ucap Masfuk.

Terkait tiket PAN untuk Machfud, Masfuk tidak menampik hal tersebut. Masfuk bahkan merayu Machfud agar mau dicalonkan sebagai Wali Kota Surabaya meneruskan Tri Rismaharini.

“Ini kan masyarakat perlu ada figur untuk Surabaya akan datang. Jadi, saya silaturrahmi kepada beliau supaya beliau mau dicalonkan oleh Arek-arek Suroboyo,” ujarnya.

Menurut Masfuk, Kota Surabaya ke depan harus dipimpin oleh tokoh yang memiliki visi dan berani mengambil keputusan cepat untuk membangun Kota Pahlawan lebih baik lagi.

“Saya selaku Ketua DPW PAN Jawa Timur tentu berkepentingan, karena kantor saya juga di Surabaya,” kata Masfuk.

“Saya sangat senang sekali kalau ke depan itu dipimpin oleh orang yang punya visi, berani mengambil keputusan. Dan, Surabaya ini adalah kota terbesar kedua di Indonesia, harus dikelola yang baik dan benar, dan kemajuan itu segera dirasakan oleh masyarakat Surabaya,” jelasnya.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Airlangga, Suko Widodo, mengaku terkejut akan rencana Machfud maju dalam pilwali Surabaya 2020.

"Kaget, tapi kalau memang iya jadi maju, kok tumben polisi berpangkat jenderal mau jadi Wali Kota, biasanya kan levelnya gubernur. Karena kalau wali kota biasanya pangkat kombes yang maju," ucap Suko kepada Ngopibareng.id.

Suko menilai, Machfud merupakan polisi yang merakyat dan kemungkinan besar dapat mengambil simpati dari warga Surabaya.

"Beliau punya modal sebagai Ketua TKD Jatim, dan saya lihat dia suka terjun di masyarakat. Itu modal yang sangat penting," katanya.

Terkait peluang menang di Pilwali Surabaya, Suko belum bisa memastikan hal tersebut.

"Saya gak tahu ya, saya aja baru tahu kalau dia memang sungguh-sungguh ingin maju. Tapi pengalamannya sebagai mantan kapolda, tentu punya leadership yang mumpuni," pungkasnya.

Penulis : Faiq Azmi

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

12 Aug 2020 22:35 WIB

Satu Tenaga Kesehatan di Banyuwangi Terpapar Covid-19

Jawa Timur

Terdapat tambahan tujuh kasus Covid-19 baru di Banyuwangi.

12 Aug 2020 22:15 WIB

Surabaya Zona Orange, Pemkot Tak Ingin Longgarkan Protokol Covid

Surabaya

Pemkot Surabaya tetap mengimbau masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan.

12 Aug 2020 21:50 WIB

18 Agustus, Jawa Timur Uji Coba Buka Sekolah SMA/SMK

Pendidikan

Zona orange 50 persen, zona kuning 25 persen.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...