Luruskan Pemahaman Soal Jihad, Ini Ajakan Jusuf Kalla

10 May 2018 14:30 Khazanah

"Di antara 53 negara Islam, hampir setengahnya mengalami masalah. Indonesia dengan rasa syukur sebagai negara berpenduduk Islam terbesar, tentu merasa bertanggung jawab, bagaimana kita memperbaiki, menciptakan islam yang damai, sehingga itu perlu Islam wasathiyah". M Jusuf Kalla, Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat.

Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengingatkan, dunia Islam tengah mengalami masa-masa kelam. Dalam beberapa tahun terakhir, konflik mendera banyak negara-negara Islam di seluruh dunia.

"Di antara 53 negara Islam, hampir setengahnya mengalami masalah. Indonesia dengan rasa syukur sebagai negara berpenduduk Islam terbesar, tentu merasa bertanggung jawab, bagaimana kita memperbaiki, menciptakan islam yang damai, sehingga itu perlu Islam wasathiyah," kata JK, panggilan akrab Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat ini.

JK pun mengingatkan tentang sikap Islam dengan Wasathiyah. Yakni, sikap pertengahan dalam beragama, tidak ekstrem ke kanan atau ke kiri. Dalam Pesan Bogor, para ulama dunia berkomitmen menghidupkan kembali nilai-nilai wasathiyah Islam yang penuh penghormatan pada perbedaan dan penyelesaian masalah dengan musyawarah.

Dari berbagai konflik yang melibatkan umat Islam di seluruh dunia, JK menyayangkan aksi bunuh diri dan membunuh orang lain yang tidak berdosa dengan mengatasnamakan jihad. Menurut JK, tindakan tersebut mereka lakukan lantaran ingin mencapai surga dengan cara yang mudah.

Hal ini, menurut dia, pernah juga terjadi dalam berbagai konflik antaragama di Indonesia."Saya alami di Ambon, Poso, mengapa anak-anak ini ingin membunuh orang, karena ingin surga. Tentu ajaran agama kita tidak demikian. Pada waktu penyelesaian konflik di Ambon saya katakan, 'Anda tidak akan masuk surga, tapi neraka'," ujar JK.

"Perlu ada ajaran yang perlu kita luruskan," kata dia lagi.

Catatan ngopibareng.id, ajakaran JK ini disampaikan di hadapan sekitar 100 ulama, tokoh, cendekiawan Islam dari dalam dan luar negeri meluruskan pemahaman soal jihad di kalangan anak-anak muda.Pertemuan High Level Consultation of World Moslem’s Scholars on Wasatiyyat Islam telah berlangsung sejak Selasa (1/5/2018) di Bogor, turut dihadiri oleh Grand Syekh Al Azhar, Ahmed Muhammad Ahmed Al-Thayyeb.

Untuk itu dalam akhir pidatonya, JK mengajak para ulama yang hadir untuk ikut andil meluruskan pemahaman jihad yang keliru, salah satunya dengan mempromosikan wasathiyah.

"Kalau para ulama beri pandangan fatwa apa pun, masyarakat akan lebih percaya, menuruti. Begitu juga jika ada pandangan (ulama) yang keliru, masyarakat juga akan mengikuti. Karena itu peran ulama baik di negara kami, Indonesia, juga di negara bapak-ibu pasti punya makna besar," ujar JK. (adi)