Lukaku Diperlakukan Rasis Oleh Pendukung Cagliari

02 Sep 2019 09:30 Liga Italy

Tindakan rasisme masih saja muncul di dunia sepak bola. Kali ini perlakuan rasis dilakukan pendukung Cagliari terhadap striker anyar Inter Milan, Romelu Lukaku, dalam pertandingan pekan kedua Serie A Italia, Senin 2 September 2019 dini hari WIB tadi.

Kejadian ini berlangsung ketika Lukaku hendak melakukan eksekusi penalti di menit ke-72. Pendukung tuan rumah tiba-tiba meneriaki sang pemain dengan sebutan monyet dan menirukan suara hewan tersebut.

Kontan Lukaku langsung menghampiri wasit dan melaporkan kejadian itu. Kendati begitu, Lukaku tak terganggu dengan suara rasis fans Cagliari. Dengan tenang, eks pemain Manchester United itu menjalankan tugasnya dengan baik setelah bola hasil sepakannya meluncur mulus ke sisi kanan bawah gawang Cagliari yang dikawal Robin Olsen. Gol tersebut mengantarkan Inter Milan memenangkan pertandingan tersebut.    

Menanggapi pelecehan rasisme yang disuarakan oleh penggemar Cagliari, bek Inter, Milan Skriniar pun dibuat sangat geram. ““Sang rasis meneriaki Lukaku? Saya mendengar hal-hal yang seharusnya tidak ada dalam sepak bola, jadi saya mengatakan kepada penggemar Cagliari untuk tutup mulut, ” katanya kesal.

Sebelumnya, Skriniar telah menunjukkan dukungannya pada Lukaku, tepatnya saat rekan setimnya merayakan gol kedua Internazionale, Skriniar terlihat memegang jarinya ke mulutnya, menyuruh penggemar tuan rumah tak menyuarakan teriakan rasis.

Ini bukan pertama kalinya penggemar Calgiari melontarkan suara rasis. Musim lalu, striker Juventus Moise Kean juga mendapat pelecehan yang sama. Saat itu, pemain yang saat ini membela Everton di Premier League itu berdiri memunggungi para penggemar Cagliari sesaat setelah dirinya mencetak gol.

Seusai pertandingan, pelatih Juventus kala itu Massimiliano Allegri meminta oprator kompetisi untuk bertindak. Sayangnya, saat itu Cagliari lolos dari hukuman. Dalam kejadian teranyar, ada kekhawatiran pendukung Cagliari kembali tak dihukum. Padahal kode etik FIFA yang telah direvisi dengan jelas mengatur sanksi untuk pelaku rasisme.

 

Dengan kemenangan ini, Inter saat ini menempati puncak klasemen Serie A dengan mengemas 6 poin. Poin mereka sama dengan Torino dan Juventus, namun Inter unggul selisih gol ata kedua pesaingnya tersebut.