Tim SAR gabungan mengevakuasi korban longsor Sukabumi. (Foto: BNPB)

Longsor Sukabumi, 15 Orang Masih Hilang Tertimbun

Bencana 04 January 2019 16:09 WIB

Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban longsor di Kampung Adat, Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Hasil rapat gabungan yang melibatkan warga diketahui secara pasti bahwa jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak longsor adalah 29 KK dengan jumlah jiwa terdampak 100 orang dan rumah rusak berat sebanyak 29 unit.

"Hingga pagi ini, dari 100 orang terdampak longsor tercatat 64 orang selamat, 18 orang meninggal dunia, 3 orang luka berat dan dirawat di RS Pelabuhan Ratu, dan 15 orang masih dalam pencarian. Pengungsi tinggal di rumah kerabat terdekatnya sehingga tidak memerlukan tenda pengungsi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Jumat 4 Januari 2019.

Sutopo mengatakan, sebanyak 1.054 personil terlibat dalam penanganan darurat bencana longsor di Sukabumi. Personil ini berasal dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, kementerian/Lembaga, Pemda, NGO, relawan dan masyarakat. Mereka bukan hanya tergabung dalam tim SAR gabungan, namun juga di dapur umum, pelayanan medis, serta penanganan logistik.

Peta longsor Sukabumi Foto BNPBPeta longsor Sukabumi. (Foto: BNPB)

Sementara itu untuk identitas 18 korban meninggal yang telah ditemukan adalah:

Ditemukan Minggu (31/12/2018):
1) Sasa, 4 tahun (P)
2) Hendra, 35 tahun (L)

Senin (1/1/2019):
3) Yanti, 35 tahun (P)
4) Riska, 18 tahun (P)
5) Rita, 14 tahun (P)
6) Ahudi, 67 tahun (L)
7) Ukri, 48 tahun (L)
8) Suryani, 35 tahun (P)
9) Jumhadi, 47 tahun (L)
10) Yami, 25 tahun (P)

Selasa (2/1/2019):
11) Sukiman, 75 tahun (L)
12) Umih, 60 tahun (P)
13) Enda, 43 tahun (L)

Rabu (3/1/2019):
14) Mulyani Iyas, usia tidak diketahui (P)
15) Madtuha, 50 tahun (L)
16) Andra Maulana, 8 tahun (L)
17) Miah, 45 tahun (P)
18) Adsa, 50 tahun (L)

Saat ini, Bupati Sukabumi telah menetapkan masa tanggap darurat penanganan longsor Sukabumi selama 7 hari yaitu sejak 31 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019.

"Setiap dari dilakukan rapat koordinasi di posko untuk mengevaluasi dan menyusun rencana penanganan selama masa tanggap darurat. Kendalan utama pencarian korban adalah faktor cuaca yaitu hujan. Jika kondisi cuaca cerah maka pencarian korban dapat dilakukan hingga malam hari. Sebaliknya jika hujan dapat menyebabkan evakuasi dihentikan lebih awal," kata Sutopo.

Sementara itu, longsor susulan masih sering terjadi meskipun dengan intensitas yang kecil. Pada Kamis 3 Januari 2019 malam, suara gemuruh kembali terdengar di lokasi longsor karena adanya batu besar yang jatuh. Kondisi ini cukup membahayakan bagi personil di lapangan. (man)

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Feb 2020 21:30 WIB

Plengsengan Sungai Brantas Longsor, 7 Bangunan Ambrol

Bencana

Ketujuh bangunan merupakan kamar mandi dan sebuah warung.

21 Feb 2020 16:03 WIB

Gempa Garut Sebabkan Tembok Penahan Tebing Roboh

Nusantara

Akibat gempa tersebut tembok penahan tebing roboh.

18 Feb 2020 17:25 WIB

Mahasiswa Undika Temukan Alat Deteksi Dini Longsor

Teknologi dan Inovasi

Alat pendeteksi dini tanah longsor sedini mungkin agar tidak ada korban.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.