Liverpool bisa ditahbiskan sebagai juara Premier League bila kompetisi dianggap selesai. (Foto: Twitter/@LFC)
Liverpool bisa ditahbiskan sebagai juara Premier League bila kompetisi dianggap selesai. (Foto: Twitter/@LFC)

Liverpool Juara Jika Kompetisi Selesai Lebih Cepat

Ngopibareng.id Liga Inggris 24 April 2020 20:25 WIB

Federasi sepak bola Eropa (UEFA) memutuskan bahwa juara kompetisi domestik di negara-negara Eropa mengacu pada point per game (PPG) bila kompetisi tidak bisa dilanjutkan, tak terkecuali Premier League. Artinya, jumlah poin dibagi berdasarkan jumlah pertandingan yang telah dijalani.

Jika berpegang pada keputusan tersebut, bisa dipastikan Liverpool akan menjadi jawara Premier League karena memiliki rataan poin tertinggi dibanding para pesaingnya. Secara umum, tidak ada perbedaan posisi semua klub Premier League di klasemen sementara.

Liverpool tetap berada di puncak dengan PPG 2.83 poin. Sementara Manchester City di urutan kedua dengan 2.04 poin, diikuti Leicester City (1.83), Chelsea (1.66) dan Manchester United (1.55). Artinya, Liverpool akan mengangkat trofi Premier League yang mereka nantikan selama 30 tahun.

Kendati begitu, UEFA tetap menyarankan kompetisi bisa dilanjutkan untuk menentukan juara dan siapa saja yang akan berada di zona Liga Champions dan Liga Europa. Meski UEFA juga menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing negara mengenai mekanisme mana yang mereka pilih.

UEFA menyatakan, prosedur mana pun yang dipilih harus didasarkan pada prinsip-prinsip yang objektif, transparan, dan non-diskriminatif'.

"Asosiasi dan Liga nasional seharusnya memiliki kemampuan untuk menentukan posisi akhir dalam kompetisi domestik mereka, dengan memperhatikan keadaan khusus dari setiap kompetisi," bunyi pernyataan UEFA seperti dikutip dari Dailymail.

Premier League sendiri berkomitmen untuk menyelesaikan kompetisi musim ini di tengah pandemi Covid-19. Mereka juga tak perlu khawatir jika nanti akan ada masalah terkait kontrak kerja dengan sponsor dan stasiun televisi partner lantaran tak mampu menyelesaikan kompetisi tepat waktu.

Menurut EUFA, selain larangan dari pemerintah, masalah ekonomi yang tidak dapat diatasi bisa digunakan sebagai alasan yang sah untuk pemutusan hubungan kerja. 

Opsi apa pun yang dipilih Premier League nanti, mereka bisa mengacu pada keputusan UEFA yang diambil melalui pertemuan jarak jauh Komite Eksekutif UEFA pada Kamis 23 April 2020 waktu setempat.

Penulis : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

05 Dec 2020 22:15 WIB

JK Dituding Jadi Dalang Penangkapan Edhy Prabowo?

Nasional

Usai dituding pro Rizieq Syihab, kini JK dikaitkan dengan Edhy Prabowo.

05 Dec 2020 21:50 WIB

Debat Tahap III, Er-Ji Unggul dan Mumpuni

Pilkada

Mereka dianggap paling paham permasalahan kota.

05 Dec 2020 21:38 WIB

Bantuan BNPB Diduga Disalahgunakan, LSM Lapor ke Bawaslu

Pilkada

Bantuan BNPB diduga disalahgunakan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...