Ilustrasj jemaah umroh yang menggunakan maskapai penerbangan Lion Air. (Foto: Harnas)

Lion Air akan Jemput Kembali Jemaah Umroh yang Terlanjur Terbang

Ekonomi dan Bisnis 28 February 2020 14:14 WIB

Maskapai penerbangan Lion Air mengumumkan secara resmi jika mulai hari ini 28 Februari, Lion Air menghentikan sementara (suspend) semua layanan penerbangan umroh dari 13 kota keberangkatan dari Indonesia ke Arab Saudi sampai pemberitahuan lebih lanjut (until further notice).

Penundaan sementara ini dilakukan sesuai dengan pemberitahuan resmi dari pihak regulator Kerajaan Arab Saudi yaitu General Authority of Civil Aviation (GACA) Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia dan surat Edaran Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tentang Penghentian Sementara Rute Penerbangan ke Saudi Arabia.

Keputusan penghentian penerbangan sementara ini juga dilakukan dalam rangka tindakan preventif dan proaktif guna mengutamakan faktor keselamatan awak pesawat dan para tamu jamaah serta menangkal masuk penyebaran Virus COVID-19 (Corona). Lion Air telah meminta kepada seluruh mitra dan agen penyelenggara umroh yang bekerjasama dengan Lion Air untuk memberikan informasi penundaan penerbangan umroh kepada seluruh calon jamaah dari Indonesia sesuai dengan perkembangan terkini.

Lion Air telah berkomunikasi dengan para tamu jamaah yang sudah berada di Jeddah dan Madinah perihal proses kepulangan. Lion Air mempersiapkan penerbangan dari Indonesia yang membawa awak pesawat dan tanpa penumpang (ferry flight) guna penjemputan sesuai jadwal.

Penerbangan penjemputan Lion Air (fase kepulangan) akan melayani kurang lebih 13.000 tamu jamaah, dari Madinah yakni Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz (MED) dan Jeddah yakni Bandar Udara Internasional King Abdulaziz (JED).

Dalam mengakomodir penerbangan penjemputan, Lion Air mengoperasikan armada berbadan lebar (wide body), antara lain Airbus 330-300CEO (berkapasitas 440) dan Airbus 330-900NEO yang memiliki 436 kapasitas kursi.

'Semua armada telah dipersiapkan sesuai standar operasional prosedur, sudah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan laik terbang (airworthy for flight)," kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Air lewat keterangan tertulis.

Lion Air akan terus memantau dan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan setempat di Arab Saudi serta akan menyampaikan pemberitahuan berdasarkan perkembangan terbaru.

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

18 Sep 2020 14:40 WIB

Anemia Sebabkan Risiko Kematian Tertinggi Pasien Covid-19

Kesehatan

Karena, Anemia mempengaruhi daya tahan tubuh.

18 Sep 2020 14:20 WIB

Pelanggar Protokol di Kota Malang Terbanyak, ini Kata Walikota

Jawa Timur

Kota Malang peringkat pertama pelanggar protokol kesehatan.

18 Sep 2020 14:05 WIB

Ditilang Karena Tak Bermasker Dalam Mobil, Ini Kata Jubir Satgas

Nasional

Penggunaan masker dalam mobil tetap diharuskan karena berada di luar rumah

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...