Sekretaris Umum Lembaga Pelatihan Tilawatil Quran (LPTQ) Nasional, Juraidi. (Foto: Humas Kemenag)

Lima Qari' Indonesia Raih Prestasi MTQ Internasional

Nasional 03 November 2019 22:42 WIB

Sekretaris Umum Lembaga Pelatihan Tilawatil Quran (LPTQ) Nasional, Juraidi, mengatkaan kegembiraan atas peran Indonesia di pentas Internasional. Sepanjang 2019, ada lima qari Indonesia yang meraih juara 1 di MTQ yang digelar di berbagai negara.

Mereka adalah Ihsan Ramadan (MTQ Internasional di Qatar), Salman Amrillah (Iran), Syahroni (Bahrain), Syamsuri Firdaus (Turki), dan Miftah Farid Maroko).

Selain itu, dua qari meraih juara 2, yaitu Qadar Asmadi di Kuwait, dan Wardah di Malaysia. Dua qari lainnya meraih juara 3, yaitu: Rifki Hawari (Inter Student di Iran) dan Siddiq Mulyana (MTQ Internasional Tafsir di Iran).

"Mereka adalah para juara MTQ/STQ Nasional yang kita kirim ke ajang MTQ Internasional," tutur Juraidi, Minggu 3 November 2019..

Memang, dalam tahun 2019 terasa istimewa bagi dunia tilawatil Quran Indonesia. Karena, banyak qari-qariah Indonesia yang meraih prestasi pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), bahkan hingga level internasional.

"Tahun 2019, Indonesia kebanjiran prestasi pada MTQ Internasional," terang Juraidi, yang juga Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam, Kemenag.

Kepada para juara, Kemenag memberikan penghargaan berupa dana pembinaan. Untuk juara I MTQ Internasional sebesar Rp25juta, juara II Rp20juta, dan juara III Rp15juta.

"Idealnya ini bisa ditingkatkan, seperti prestasi lain di bidang olahraga, seni dan lainnya. Baik juga jika mereka bisa diangkat menjadi PNS melalu jalur khusus seperti atlit," ujarnya.

"Mungkin perlu juga keterlibatan pihak swasta/masyarakat memberi apresiasi kepada para juara yang telah mengharumkan nama bangsa di forum internasional," tambahnya.

Menurut Juraidi, Kemenag terus melakukan pembinaan untuk meningkatan kualitas pelaksanaan MTQ. Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 15 Tahun 2019. Melalui LPTQ, pusat dan daerah, Kemenag juga melakukan pembinaan secara langsung kepada qari-qariah, hafizh-hafizhah, mufassir-mufassirah dan keahlian bidang-bidang lainnya tentang Al-Quran.

"Keberadaan LPTQ yang dibentuk berdasarkan SKB Menag dan Mendagri tahun 1977 sangat signifikan. Kami harap, ke depan regulasinya bisa diperkuat menjadi PP atau minimal Perpres," harapnya.

"Ini tentu perlu dukungan semua pihak; tokoh masyarakat, ulama, pihak legislatif, dan ekskutif," tuturnya.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Jul 2020 06:42 WIB

13 Langkah Kurban di Masa Pandemi, Perhatikan Physical Distancing

Islam Sehari-hari

Sesuai Panduan yang diterbitkan Kementerian Agama

24 Jun 2020 16:48 WIB

Menag: RI Apresiasi Keputusan Saudi Kedepankan Keselamatan Haji

Khazanah

Sejalan dasar pembatalan keberangkatan jemaah Indonesia

12 Jun 2020 16:40 WIB

Ini Syarat Nikah Saat Pandemi dari Kemenag Kota Malang

Jawa Timur

Calon pengantin, wali dan pengiring harus pakai sarung tangan dan masker

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...