Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf. (Foto: Dok Pemkab Pasuruan)
Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf. (Foto: Dok Pemkab Pasuruan)

Libur Nataru, Gus Irsyad: Kalau Masih Sayang Keluarga, Patuhi 3M

Ngopibareng.id Rek, Ojok Angel Tuturane 31 December 2020 03:00 WIB

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf larang seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk keluar rumah saat libur tahun baru. Larangan itu dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Bupati Nomor 800/1510 1424.103/2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Ke Luar Daerah dan Pengetatan Pemberian Cuti bagi ASN selama Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

"Ini perintah dari presiden bahwa daerah harus betul-betul menurunkan angka kasus Covid-19 dengan tidak bepergian saat libur natal dan tahun baru. Dan selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, jaga jarak dan memakai masker serta cuci tangan. Kalau masih sayang keluarga patuhi anjuran pemerintah," katanya.

Lanjut Gus Irsyad, jika ada ASN yang terpaksa harus pergi keluar kota dalam beberapa waktu, harus mendapat izin dari atasan. Bagi pejabat eselon 2 dan 3 harus izin bupati, sedangkan jajaran di bawahnya harus izin Sekretaris Daerah.

"Setelah pulang, jangan dulu kumpul dengan keluarga. Segera periksakan ke puskesmas atau rumah sakit rujukan covid-19. Tidak kalah penting adalah perhatikan prokes. Cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak," katanya.

Gus Irsyad menambahkan, pandemi covid-19 merupakan ujian kesabaran sekaligus kepedulian terhadap sesama. Karena itu harus mengikuti kenormalan baru. Minimal disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan tidak membuat kerumunan yang menimbulkan kerawanan terhadap resiko penyebaran virus Corona.

"Saatnya kepedulian dan kesabaran kita diuji. Jangan buat kerumunan dan kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerawanan dalam potensi penyebaran Covid-19. Tetap di rumah saja. Momen pergantian tahun ini gunakan untuk ibadah dan instrospeksi diri," katanya.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pasuruan menginstruksikan kepada camat agar tidak mudah memberikan izin kegiatan yang berdampak pada kerumunan massa, baik itu hajatan maupun kegiatan lain.

"TNI/Polri, camat sampai Gugus Tugas Desa kami minta untuk membubarkan kegiatan yang berdampak kerumunan. Kita juga akan ajak tokoh masyarakat, ulama, ormas untuk ikut terlibat menjaga prokes, terutama pada momen pergantian tahun ini," katanya.

Gus Irsyad juga mengapresiasi para tenaga kesehatan yang tetap semangat dalam menangani covid-19. "Ayo kita bantu para nakes dengan menerapkan prokes dengan ketat. Pahamilah bahwa Covid-19 belum berakhir dan masih mengancam serta membahayakan kita semua," katanya.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Mar 2021 14:05 WIB

Undika dan Dispendik Beri Pelatihan Animaker Pada Ratusan Guru

Pendidikan

Undika dan Dispendik Beri Pelatihan Animaker Pada Ratusan Guru

01 Mar 2021 13:30 WIB

Jatim Jadi Provinsi Terbaik Dalam Penanganan Konflik Sosial

Jawa Timur

Salah satu penilaianya, penangan Covid-19.

01 Mar 2021 13:28 WIB

Ada Kandungan Boraks, Pabrik Krupuk di Sidoarjo Digrebek Polisi

Kriminalitas

Polisi menggrebek pabrik krupuk di Sidoarjo.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...