Ilustrasi. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)

Awal Ramadan, Lihat Hilal Berlangsung Pakai Protokol Covid-19

Jawa Timur 23 April 2020 02:10 WIB

Pimpinan Wilayah Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (PW LFNU) Jawa Timur tetap akan menggelar kegiatan rukyatul hilala di Jawa Timur guna menentukan jatuhnya awal Ramadan 2020 ini, meski sedang dalam masa darurat bencana virus corona.

Rencananya, kegiatan ini akan diselenggarakan di 17 titik lokasi pemantauan yang ada di Jatim, Kamis 23 April 2020 sore.

Titik-titik itu terletak di Balai Rukyat NU Condrodipo Gresik, POB Masjid Denanyar Jombang, Observatorium Jokotole IAIN Madura Pamekasan, Balai Rukyat Ibnu Syatir, PP. Al Islam, Joresan Ponorogo, Tulung Saradan Madiun, Banaran Geger Madiun, Gumuk Klasi Indah Banyuwangi, Ponpes Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan.

Kemudian di Masjid Agung At Taqwa Bondowoso, Pucuk Pelangi Gunung Gede Wonotirto Blitar, Bukit Banjarsari Blitar, Pantai Kalbut Situbondo, MAN 3 Kediri, Tanjungkodok Lamongan, Kantor Pemkab Malang jalan Panji Kepanjen Malang, Kantor PCNU kab Mojokerto dan Menara Rukyatul hilal Tuban.

Pemantauan hilal untuk menentukan awal Ramadan ini dilakukan karena besok adalah ijtimak akhir bulan Syakban 1441 Hijriah. Sehingga, kemungkinan besar awal Ramadan jatuh pada tanggal 24 April 2020.

Meski demikian, PW LFNU Jawa Timur meminta kepada segenap seluruh umat Muslim di Jawa Timur untuk menunggu keputusan Pemerintah melalui sidang isbat yang akan dilaksanakan pada Kamis 23 April 2020 petang.

“Saya berharap umat Islam dalam mengawali Ramadan tetap menunggu keputusan Pemerintah dalam sidang isbat yang didasarkan atas hasil Rukyatul Hilal dan hisab,” ujar Ketua LFNU Jatim Shofiyulloh, Jumat 17 April 2020.

Gus Shofi begitu ia kerap disapa menuturkan, dalam pemantauan awal Ramadan ini akan mengikuti protokol yang telah dibuat oleh NU. Paling penting, akan menerapkan protokol penanganan covid-19.

"Lokasi rukyatul hilal akan didisinfeksi terlebih dahulu dan dilengkapi titik–titik cuci tangan dilengkapi sabun dan atau hand sanitizer," katanya.

Bahkan, para petugas yang akan melakukan rukyatul hilal diharuskan melalui pengecekan beberapa item kesehatan. Ketika selesai harus menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sosial.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Sep 2020 07:26 WIB

Menara Eiffel Diancam Bom, Begini Evakuasi Polisi pada Turis

Internasional

Teror bom dari penelepon misterius

24 Sep 2020 07:17 WIB

NU Harus Mulai Program Ekonomi, Wapres: Manfaatkan Teknologi

Khazanah

Revolusi Teknologi tak bisa dihindari dan harus dimanfaatkan

24 Sep 2020 07:01 WIB

Tunda Gelar Muktamar Ke-34, Ini Agenda Resmi PBNU

Khazanah

Keputusan Konbes Nahdlatul Ulama secara daring

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...