Se porsi nasi goreng Pak Liwon di Jombang (Foto: M.Rizqi/Ngopibareng.id)
Se porsi nasi goreng Pak Liwon di Jombang (Foto: M.Rizqi/Ngopibareng.id)

Lezatnya Kuliner Malam Nasi dan Mi Goreng Pak Liwon Jombang

Ngopibareng.id Nguliner Yuk 23 August 2020 01:30 WIB

Malam itu Pak Liwon terlihat sibuk menggoreng nasi. Terdengar suara sreng...sreng dengan asap sedikit mengepul. Pak Liwon dengan lihainya mengolak-alik nasi serta menambahkan bumbu dan potongan daging. Dari jarak 50 meter tercium sedapnya aroma daun bawang yang digoreng.

Di belakang rombong Pak Liwon yang berlokasi di Jalan Raya Mojowarno Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berjajar enam orang mengantre membungkus makanan. Mereka tampak tak sabar melahap habis kuliner khas Indonesia itu.

Ngopibareng.id berkesempatan mencicipi seporsi nasi goreng Pak Liwon. Pada sendokan pertama, gurihnya nasi bercampur dengan lembutnya irisan kecil ati dan ampela ayam. Nasi goreng tidak terlalu manis, begitu juga asinnya, semua terasa pas. Nasi semakin nikmat dengan potongan kecil daging ayam serta sayur sawi putih.

Setali tiga uang, mi goreng Pak Liwon juga digemari para pelanggan. Tak heran, mi gorengnya tidak terlalu kering ataupun lembek. Mi terasa gurih dengan balutan toping irisan daging, telur dadar serta sayur sawi dan sawi putih.

Lapak Nasi dan Mi goreng Pak Liwon di Jalan Raya Mojowarno Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang Jawa Timur yang berdekatan dengan pabrik gula Cukir Pak Liwon terlihat menggoreng nasi dengan penuh kehatihatian pada Sabtu 22 Agustus 2020 pukul 2100 WIB Foto M RizqiNgopibarengidLapak Nasi dan Mi goreng Pak Liwon di Jalan Raya Mojowarno, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang berdekatan dengan pabrik gula Cukir. Pak Liwon terlihat menggoreng nasi dengan penuh kehati-hatian pada Sabtu, 22 Agustus 2020 pukul 21.00 WIB (Foto: M. Rizqi/Ngopibareng.id)

Pak Liwon pertama kali membuka lapak Nasi dan Mi Gorengnya sejak tahun 1988. Waktu itu bertempat di depan Pabrik Gula Cukir. Dengan memegangi wajan, Pak Liwon menceritakan dirinya pernah bekerja di restoran masakan Cina. Lantaran merasa sudah mampu untuk membuka warung, bapak tiga anak itu akhirnya merintis usahanya.

“Saya dulunya bekerja ikut orang di restoran Cina selama lima tahun di Surabaya. Karena ikut orang nggak enak dan saya rasa bekal untuk memasak cukup, saya putuskan buka sendiri. Saya di Surabaya sejak tahun 1982,” kata Pak Liwon pada Sabtu, 22 Agustus 2020.

Pak Liwon lantas menyuguhkan beberapa menu. Di antaranya bihun goreng, bihun kuah, mi kuah dan goreng, nasi goreng, serta capcay goreng. Dua menu yang menjadi andalan Pak Liwon adalah nasi dan mi goreng. Per porsinya pembeli cukup merogoh kocek Rp 12 ribu.

Setiap harinya, Pak Liwon membuka warung sejak pukul 17.00 hingga 01.00 WIB. Pelanggan setianya didominasi masyarakat sekitar serta santri Pondok Pesantren Tebuireng.

Suasana lapak nasi dan mi goreng Pak Liwon Terpajang beberapa menu pilihan yang bisa dicoba para pembeli Foto MRizqiNgopibarengidSuasana lapak nasi dan mi goreng Pak Liwon. Terpajang beberapa menu pilihan yang bisa dicoba para pembeli (Foto: M.Rizqi/Ngopibareng.id)

Menurut salah satu pembeli setianya asal Desa Cukir, Muhammad Riyadin, nasi goreng Pak Liwon memiliki rasa yang khas. Tak heran, jika dia sampai berlangganan selama lima tahun lebih.

“Saya biasanya bungkus sampai tiga, belinya nasi goreng. Menurut saya rasanya beda jika dibandingkan dengan nasi yang lain. Rasanya khas, porsinya banyak dan harganya standar,” katanya.

Senada dengan Riyadin, pembeli yang lain, Feby Ayu, mengaku sama. Feby yang bekerja tak jauh dari lapak Pak Liwon penasaran dengan mi gorengnya. Feby mendapat rekomendasi kuliner ini dari koleganya.

“Saya sudah satu bulanan ini beli di Pak Liwon. Saya suka mi gorengnya karena enak, gurih dan nggak kering mi-nya. Rasanya khas menurut saya, rasa bawang merah dan putihnya serta kemirinya ada. Saya tahu pertama kali ada Mi Pak Liwon dari saran teman saya,” ujarnya.

Sementara itu, sejak Maret 2020 omzet Pak Liwon berkurang. Pak Liwon pun mengurangi porsi bahan baku jualannya.

“Covid ini pembeli menyusut, per hari dulu bisa Rp1,5 juta, tapi sekarang hanya Rp700 ribu. Saya juga nggak ada bantuan terdampak Covid, karena jumlah pembeli berkurang, stok bahan juga saya susutkan. Dulu bisa 12 kilogram nasi, tapi saat ini setengahnya,” tutupnya.

Penulis : M. Rizqi

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

30 Nov 2020 23:10 WIB

Bagikan Beras saat Pilkada, Warga Jabar Dipenjara Tiga Tahun

Pilkada

Pelanggaran pilkada di Ciganjur.

30 Nov 2020 22:30 WIB

Ricuh Takut Kena Covid, Korban di Penjara Sri Lanka Bertambah

Internasional

Delapan orang meninggal, 52 terluka.

30 Nov 2020 22:15 WIB

Disambut Antusias Warga Kapas Madya, Machfud Janji Benahi Kampung

Pilkada

Komitmen bangun Surabaya dari kampung

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...