Andy Budiman, CEO KG Media, mewakili Didi Kempot dan KompasTV, menyerahkan donasi hasil Konser Amal Dari Rumah ini PBNU yang diwakili Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., Ketua Umum PBNU. (Foto: Istimewa)

Lewat PBNU, Didi Kempot Sumbang Dana Senilai Rp2.092.500.000.

Khazanah 05 May 2020 16:16 WIB

Sebelum meninggal dunia, Didi Kempot bersama KompasTV sempat menggelar konser amal dari rumah yang digelar pada 11 April 2020. Berhasil mencapai angka donasi sebesar 7,6 Miliar, konser ini ditayangkan secara live di Kompas TV dan mendapat apresiasi langsung dari Presiden RI, Joko Widodo.

Konser ini bertujuan untuk mengajak pemirsa Kompas TV dan fans berat " Sobat Ambyar" untuk ikut berkontribusi dan peduli bagi mereka yang terkena dampak COVID-19 secara ekonomi.

Dari total donasi yang terkumpul sebesar Rp. 7.641.046.346 disalurkan melalui LazisNU sebanyak Rp. 2.092.500.000, LAZIS Muhammadiyah sebesar Rp. 2.122.000.000 dan Sobat Ambyar Rp. 1.804.000.000

"Alhamdulillah, PBNU telah melakukan serah terima dana donasi Covid-19 dari Kang Didi Kempot dan rekan-rekan Sobat Ambyar melalui Rumah Amal Didi Kempot sebesar Rp. 2.092.500.000 (2 milyar 92 juta 500 ribu)," tutur Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Sirjo, dalam keterangannya, Selasa 5 Mei 2020.

Terkait penyerahan dana, berlangsung di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta Pusat. Andy Budiman, CEO KG Media, mewakili Didi Kempot dan KompasTV, menyerahkan donasi hasil Konser Amal Dari Rumah ini PBNU yang diwakili Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., Ketua Umum PBNU, Kamis, 23 April 2020

Selanjutnya, dana donasi tersebut akan disalurkan oleh tim PBNU kepada masyarakat yang berhak sesuai aturan yang berlaku untuk membantu penanggulangan COVID-19 di Indonesia.

Andy Budiman, CEO KG Media mengatakan, “Kami bersyukur KompasTV bersama Sobat Ambyar bisa berperan dalam membantu masyarakat Indonesia yang ekonominya terdampak drastis di masa pandemi ini, dan kami berterima kasih kepada Nahdlatul Ulama untuk penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan. Semoga bantuan bisa disalurkan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan baik penerima maupun tenaga penyalur donasi.”

Tercatat, sebanyak 33.850 Kepala Keluarga (KK) yang akan menerima bantuan donasi hasil penggalangan dana Konser Amal Dari Rumah bersama Didi Kempot yang disalurkan melalui sejumlah lembaga sosial, salah satunya Nahdlatul Ulama.

Dari total 139.500 paket sembako yang ditargetkan oleh Nahdlatul Ulama, KompasTV dan Sobat Ambyar berkontribusi untuk memberikan sejumlah 13.950 paket.

Untuk selanjutnya, penyerahan donasi akan dilanjutkan secara bertahap melalui Jaringan Lintas Iman Untuk Covid-19 (JIC) dan relawan-relawan dari Karyawan KG Media yang akan disalurkan pada minggu ke-3 Ramadhan.

"Saya ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kang Didi Kempot, tim dan para donatur. Semoga dana donasi tersebut bisa menjadi amal yang berkah dan bermanfaat bagi Kang Didi Kempot, rekan-rekan Sobat Ambyar dan khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan," tutur Kiai Said Aqil Sirjo.

Diberitakan sebelumnya, di tengah pandemi COVID-19, penyanyi khas Jawa, Didi Kempot menunjukkan kepedulian. Ia menggelar pentas "dalam rumah" untuk mengumpulkan dana bagi solidaritas sosial.

Oleh para penggemarnya ia dijuluki Bapak Loro Ati Nasional, Bapak Patah Hati Indonesia, Lord Didi, dan yang terbaru disebut-sebut sebagai Godfather of Brokenheart.

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun...Almarhum sedang sering banget galang dana untuk Covid-19," tutur Emelda Bachtiar, salah seorang penggemarnya.

Ya, penyanyi khas lagu-lagu Jawa, Didi Kempot meninggal dunia, Selasa, 5 Mei 2020 pukul 07.45 WIB pagi. Pemilik nama Didi Praseyo ini mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo.

"Ia masih beraktivitas seperti biasa sebelumnya," kata Lili, adik kandungnya.

Penyanyi campur sari asal Solo, Jawa Tengah, adalah anak dari pelawak terkenal, mendiang Ranto Edi Gude atau lebih dikenal dengan nama Mbah Ranto. Ia juga adik dari salah satu pelawak senior Srimulat, mendiang Mamik Prasetyo.

Di balik ketenarannya itu, pelantun lagu "Stasiun Balapan" yang dirilis pada 1999, sebelumnya seorang pengamen. Ia mengawali langkahnya di dunia musik sebagai musisi jalanan sejak 1984 hingga 1989.

Sejak saat itu, Didi telah menciptakan beberapa lagu hingga akhirnya ia bertekat untuk hijrah ke Jakarta dan berharap lagunya dilirik oleh produser. Lagu-lagu karya Didi Kempot kebanyakan berkisah tentang kesedihan, cinta, dan juga patah hati. Hal ini membuat orang-orang yang mendengarkan lagunya juga ikut tersayat hatinya.

Pada 2019 lalu, lagu Didi yang berjudul "Pamer Bojo" yang telah dirilis sejak 2016 kembali melejit di dunia musik Tanah Air. Baca juga: Siap-siap Sobat Ambyar! Didi Kempot Bakal Gelar Konser Eksklusif di Jakarta Penggemar musik campur sari Didi Kempot yang kerap disebut dengan Sobat Ambyar kini semakin menyebar.

Tidak hanya terdiri dari kalangan dewasa, tetapi kaum muda kini juga menjadi penggemar lagu-lagu dari pria kelahiran 31 Desember 1966 ini.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 Sep 2020 21:30 WIB

Operasi Yustisi Jawa Timur, Satu Orang Dipenjara

Jawa Timur

19.385 masyarakat yang terjaring dalam operasi ini.

29 Sep 2020 21:15 WIB

Pemulihan Ekonomi 2021, Pemkot Malang Kaji Pembangunan LRT

Jawa Timur

Panjang trase capai 35 kilometer.

29 Sep 2020 21:05 WIB

Jemput Pasien Positif, Satgas Probolinggo Dihadang Ratusan Warga

Jawa Timur

Perempuan baru saja melahirkan positif Covid-19 hasil swab.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...