Lepas Bibit Nila di Kalimas, Pemkot dan Pelindo Dinilai 'Nantang'

14 Jan 2019 18:56 Surabaya

Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menilai perilaku Pemkot Surabaya dan Pelindo III yang telah melepas 15 ribu benih Ikan Nila di Sungai Kalimas, sebagai hal yang lancang.

Direktur Eksekutif Ecoton Prigi Arisandi mengungkapkan hal itu, kepada ngopibareng.id, Senin, 14 Januari 2019. Ia menyebut perbuatan pemkot itu adalah hal yang 'nantang'.

"Itu 'kan nantang namanya. Pada saat Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim berusaha melestrasikan populasi ikan lokal, Pemkot Surabaya malah merusaknya dengan menyebar ikan Nila," tuturnya.

Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim, kata Prigi, tengah menempuh upaya pelestarian ikan lokal di Jawa Timur dan sejumlah kawasan yang lain. Hal itu untuk mendukung perikanan dan perairan secara umum.

Di Sungai Kalimas sendiri, berdasarkan catatan Ecoton, terdapat sejumlah jenis ikan lokal. Di antaranya Ikan Bader Kuning, Ikan Bader Merah, dan Ikan Keting.

"Bila alasannya mereka tidak punya bibit ikan lokal, berarti mereka malas. Di Pemprov itu ada dan menyediakan," kata dia.

Prigi pun beranggapan, perbuatan Pemkot Surabaya dan Pelindo III itu adalah sikap yang gegabah. Sebaiknya, kata dia, sebelum melakukan pelepas aliran, Pemkot Surabaya sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu.

Sebab, diketahui Ikan Nila merupakan ikan kategori alien di perairan Sungai Surabaya.

Lebih lanjut dijelaskan, Ikan Nila atau yang memiliki nama asing Tetraodon Lineatus ini masuk dalam daftar kelompok ikan yang berbahaya. Hal itu, kata Prigi, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, nomor  17 tahun 2009.

"Dikhawatirkan Ikan Nila itu dapat merugikan dan membahayakan kelestarian sumber daya ikan di Sungai Kalimas," kata Prigi.

Ikan Nila sendiri, kata Prigi, tekah menasuki Indonesia sejak 1960-an yang lampau. Kendati demikian bukan berarti budidayanya dilakukan secara bebas.

"Kalau dibudidaya di kolam boleh-boleh saja. Namun, bila di sungai itu yang bisa mengancam populasi ikan lain," kata dia. (frd)

Reporter/Penulis : Farid Rahman
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini