Reni Astutsi anggota DPRD Kota Surabaya (Foto: Dokumentasi)

Serangan Bom Gereja di SurabayaLegislator Usulkan Sekolah di Surabaya Terapkan "Home Visit"

19 May 2018 10:35

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Legislator mengusulkan tiap sekolah di Kota Surabaya menerapkan program "home visit" atau mengunjungi rumah orang tua siswa dengan tujuan untuk mengenal dan memahami keadaan siswa di rumah.

"Saya mengusulkan sekolah ada program 'home visit'," kata anggota Komisi D Bidang Kesra DPRD Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, program "home visit" ini lebih efektif dalam rangka mendekatkan guru sebagai orang tua di sekolah dengan orang tua yang ada di rumah.

Hal ini berkaitan dengan upaya antisipasi menangkal paham radikal yang dinilai sebagai pemicu aksi teror bom yang dilakukan satu keluarga yang terjadi akhir-akhir ini.

"Jadi setiap wali kelas bisa mendatangi semua rumah siswa," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, program ini bisa dikatakan sebagai salah satu cara untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi siswa.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mengusulkan agar program "home visit" tersebut bisa diterapkan segera di Kota Pahlawan, khusunya dalam satu semester tahun ajaran baru mendatang.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyiapkan alat pendeteksi dini suasana hati siswa ketika datang ke sekolah, sebagai upaya membentengi siswa dari pengaruh buruk masuknya paham radikal.

"Apakah anak tersebut sedih atau senang. Nanti ada alat pendeteksi semacam itu dibantu guru bimbingan konseling (BK) dan wali kelas," kata Kepala Dinas Pendidikan Surabaya M. Ikhsan.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan membuat software sederhana untuk memasukkan nama anak-anak yang tidak sekolah agar terdata dengan baik.

"Kami akan mendalami jika terdapat anak yang dalam kurun waktu satu hari tidak masuk sekolah," ujarnya.