Ilustrasi mobil mewah. (Design by: Ngopibareng.id)

Lebih dari 1.000 Kendaraan Mewah di DKI Jakarta Menunggak Pajak

Nasional 07 December 2019 21:30 WIB

Fakta mencengangkan diungkapkan oleh Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta tentang ribuan kendaraan mewah penunggak pajak. Dari data BPRD DKI Jakarta, ada lebih dari 1.000 unit kendaraan mewah yang menunggak pajak.

Ironisnya, mereka belum membayar pajak meski telah dilakukan penagihan pajak dengan mendatangi langsung para wajib pajak itu.

"Kemarin merupakan kelanjutan kegiatan razia door to door kendaraan bermotor mewah yang belum bayar pajak. Jadi, kalau kemarin sekitar 10 unit lah kita identifikasi di lapangan. Kami tiap hari update jumlahnya dengan razia terakhir tinggal 1.100-an lah yang belum kami identifikasi," kata Kepala Humas BPRD DKI Mulyo Sasongko saat dihubungi di Jakarta, Sabtu 7 Desember 2019 seperti dikutip dari Antaranews.

Adapun data yang mereka miliki per September, kata Mulyo, ada sekitar 1.500 unit kendaraan mewah yang menunggak pajak dan dengan penagihan langsung hingga sisa sekitar 1.100 unit yang masih menunggak dengan potensi penerimaan sekitar Rp37 miliar.

"Yang sudah membayar sekitar Rp13 miliar," katanya.

Oleh karena itu, dia mengakui bahwa memang ada kendala dalam prosesnya karena objek pajak benda bergerak sehingga perlunya mendeteksi alamat dalam daftar wajib pajak sesuai dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

"Itu juga kalau enggak jelas, akan susah dideteksi makanya kemarin kami coba langsung yang mudah dulu, kami kerjakan yaitu di sekitar Penjaringan. Nah itu kita jalankan razia door to door untuk alamat yang jelas dulu karena di database juga banyak yang enggak pas, ya itu sambil jalan kita akan coba deteksi," ucap Mulyo.

Penagihan langsung yang disertai razia dengan penempelan stiker sebagai identifikasi wajib pajak juga, kata Mulyo, nantinya akan disertai dengan penemuan nomor polisi (nopol) yang tidak sesuai dengan yang memiliki atau menggunakan.

"Itu akan kami blokir kemudian nopol yang kita blokir akan kita umumkan di media sosial atau media online. Itu nanti mungkin langkah selanjutnya, sehingga masyarakat tahu ada nomor polisi yang belum membayar dan secara tidak langsung pemiliknya belum diketahui secara jelas," ucapnya.

Nantinya, tutur dia, jika nantinya dicanangkan penagihan dengan penegakan hukum, bukan tidak mungkin kendaraan yang terjaring akan diusulkan untuk dilelang atau diblokir rekening.

Adapun besaran denda penunggak pajak, Mulyo menambahkan, besarannya adalah dua persen per bulan dengan maksimal 24 bulan.

"Atau dalam presentasi itu 48 persen itu yang bisa diterima dendanya oleh penunggak pajak," ucap Mulyo.

Sebelumnya, untuk menagih pajak kendaraan dari mobil mewah yang masih menunggak, BPRD memiliki strategi dengan menempelkan stiker bagi para penunggak pajak.

Kepala BPRD Faisal Syafruddin mengatakan, sedang mengejar target pembayaran pajak sebesar Rp44,54 triliun. Salah satu yang dikejar adalah penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang saat ini jumlah tunggakannya sekitar Rp2 triliun.

"Tidak hanya mobil mewah, seluruh mobil yang menunggak di DKI jakarta akan kita ditempeli stiker," kata Faisal di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Kamis 5 Desember 2019.

Penulis : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

18 Sep 2020 18:20 WIB

Update Corona di Indonesia: Tambahan Kasus Baru 3.891

Nasional

Ada penambahan sebanyak 3.891 kasus positif corona hari ini.

18 Sep 2020 18:11 WIB

Reisa Broto Asmoro: Pakai Masker Jangan Asal-asalan

Nasional

Pakai masker jangan asal-asalan, kata jubir satgas covid Reisa Broto Asmoro

18 Sep 2020 18:10 WIB

82 Hari Jelang Pilkada, Ketua KPU Positif Covid-19

Pilkada

Ketua KPU Arief Budiman dinyatakan positif Covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...