Rilis kasus vandalisme di Mapolresta Malang Kota (Foto: Lalu Theo/Ngopibareng.id)

Penasihat Hukum Aktivis Agraria, Belum Menerima BAP dari Polisi

Jawa Timur 24 April 2020 16:45 WIB

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya Pos Malang, mempertanyakan kejelasan salinan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang sampai saat ini belum diterima oleh pihaknya.

Ketua LBH Surabaya Pos Malang, Lukman Hakim menyebut sebagaimana diatur dalam pasal 72 KUHAP salinan BAP adalah merupakan hak daripada tersangka dan kuasa hukum.

Atas indikasi ini, Lukman menilai bahwa sedari awal kasus ini terkesan dipaksakan. Karena penetapan status tersangka oleh aparat kepolisian tak disertai oleh bukti yang kuat apalagi sampai sekarang salinan BAP belum diterima oleh pihaknya.

"Sampai saat ini kami kesulitan mendapatkan (salinan) BAP. Seharusnya, kalau tidak menutupi dan memaksakan kasusnya kepolisian jangan seperti itu," terangnya.

Selain itu, Lukman melihat pasal 160 KUHP tentang penghasutan yang dikenakan kepada tersangka, ia nilai tidak tepat. Lantaran, pasal tersebut merupakan delik materil.

Dimana, sesuai dengan argumentasi yang ada jikalau belum ada akibat yang timbulkan. Maka seseorang yang ditangkap dan ditetapkan tersangka tidak dapat dikenakan pasal tersebut.

"Harus ada yang terdampak dahulu. Bukan malah perbuatannya," tuturnya.

Seperti diberitakan oleh Ngopibareng.id sebelumnya, Polresta Malang Kota merilis tiga tersangka pelaku vandalisme di Malang Raya. Namun, polisi belum bisa membuktikan bahwa ketiga pelaku tersebut merupakan bagian dari kelompok anarko.

Ketiga tersangka masing-masing berinisial MAA, usia 20 tahun berasal dari Pakis, Kabupaten Malang, SRA, usia 20 tahun berasal Singosari, Kabupaten Malang dan AFF usia 22 tahun berasal dari Buduran, Sidoarjo.

Berdasarkan rilis dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya ketiga tersangka merupakan aktivis agraria, masing-masing dari tersangka melakukan advokasi di Desa Tegalrejo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Mereka mendampingi petani Desa Tegalrejo di Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang yang sedang berjuang mempertahankan lahannya dari serobotan PTPN dan mengadvokasi warga di Gunung Tumpang Pitu, Banyuwangi, terkait tambang emas.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Sep 2020 21:59 WIB

Klasemen MotoGP 2020: Dovizioso Posisi Teratas

MotoGP

Quartararo disalip oleh Dovizioso di daftar pemuncak klasemen MotoGP 2020.

20 Sep 2020 21:48 WIB

Son Heung-in Cetak Quatrick di Laga Southampton Vs Tottenham

Liga Inggris

Son Heung-min pimpin Top Skor Liga Inggris.

20 Sep 2020 21:35 WIB

Pulihkan Ekonomi, Khofifah Kucurkan Dana Rp28 Miliar

Jawa Timur

Kucuran dana untuk bantu ekonomi warga di tengah Covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...