Lava tour Merapi. foto:dok
Lava tour Merapi. foto:dok

Lava Tour Merapi, Sensasi Menikmati Sisi Lain Gunung Merapi. Berani Coba?

Ngopibareng.id Destinasi 27 February 2018 14:08 WIB

Merapi. Gunung Merapi, siapa tak kenal? Gunung ini begitu legendaris di Daerah Istimewa Jogjakarta. Selain legendaris, Merapi adalah gunung api paling aktif di Indonesia.

Mau nengok? Mau kesana? Mau berwisata di kawasannya? Mau mengulik sisi lainnya? Oke saja. Tapi kalau ingin menikmati sisi lain gunung ini coba deh ikut Lava Tour Merapi. Bukan hanya keindahan alami yang bisa dinikmati, adrenaline pun bisa ikut terpacu kencang.

Lava Tour Merapi memang menawarkan memompa adrenalin. Sebab mereka akan mengjajak menyusuri daerah-daerah yang terkena erupsi Gunung Merapi. Bukan dengan berjalan kaki. Melainkan dengan Jeep Willys tua. Terbayangkan kan keseruannya seperti apa?

Dalam beberapa kesempatan, mobil yang kita tumpangi akan dipacu kencang. Maklum saja, kontur tanahnya menanjak. Jeep juga akan melewati padang pasir dengan bebatuan besar yang berserakan. Jadi, siap-siap mendapatkan goncangan hebat. Jangan lupa berpegangan erat ya guys.

Namun, yang paling seru adalah saat Willys digeber dengan kencang ke dalam sungai. Pakaian dijamin basah kuyup. Tapi, hal ini dijamin membuat kamu ketagihan dan berteriak lagi! lagi! lagi!

Keseruan ini semakin lengkap dengan view ciamik yang dimiliki Merapi. Dari mulai spot Batu Alien, Kali Biru, Bungker Kaliadem, sampai makam mantan kuncen Merapi, Mbah Marijan. Spot ini cocok banget untuk menambah koleksi foto di Instagram.

Namun, Lava Tour Merapi tidak hanya mengajak kita berpetualang. Ada juga pemahaman dan gambaran Gunung Merapi secara utuh. Karenanya, mengunjungi sisa-sisa perkampungan yang luluh latah adalah aktivitas yang tidak boleh ditinggalkan.

Museum Sisa Hartaku salah satunya. Tempat ini menjadi saksi bisu letusan Merapi. Botol kaca yang meleleh, kerangka sepeda motor, peralatan dapur yang rusak dan berselimut abu, mesin jahit, tabung televisi, hingga hewan peliharaan yang hanya tersisa kerangkanya, adalah koleksi museum ini. Sebuah jam dinding yang berhenti di angka 00.05 menjadi penanda waktu terjadinya kisah pilu tersebut.

Wisatawan juga akan diajak mengunjungi Bungker Kaliadem. Sebelum terjadi erupsi, Kaliadem merupakan hutan yang cukup asri. Namun, kini semua sudah rata dengan pasir. Di Kaliadem kamu bisa menyaksikan Merapi yang berdiri dengan gagah. Viewnya fantastis. Pas buat selfie.

Buat yang suka momen matahari terbit, harus mengikuti paket sunrise Lava Tour Merapi. Pastikan kamu bangun pagi-pagi benar supaya tidak keduluan matahari. 

Melihat sunrise dari kaki gunung akan menimbulkan sensasi yang berbeda. Di pagi hari, kamu juga bisa melihat Merapi secara jelas hingga lekuk-lekuknya. 

Langit yang biru bersih tanpa awan semakin mempercantik pemandangan. Tapi jangan lupa, pastikan baterai ponsel atau kamera terisi penuh. Jangan sampai kamu kecewa karena tidak bisa mengabadikan momen istimewa ini.

Starting point paket Lava Tour Merapi ini ada dua. Pertama di Terminal Tlogo Putri, Kaliurang, dan yang kedua di Dusun Ngrangkah, Desa Pangukrejo, Kecamatan Umbulharjo. 

Dari Yogyakarta, bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi dalam 30 – 45 menit. Rutenya menyusuri Jalan Kaliurang ke utara. Jika ingin naik angkutan umum, bisa memulai dari Terminal Condongcatur, lantas naik angkot jurusan Jogja – Kaliurang, dan turun di Terminal Tlogo Putri.

Untuk harga paket Lava Tour Merapi dibagi 4 kategori. Yaitu short trip, medium trip, long trip dan sunrise trip.

Short trip. Durasi sekitar 1 hingga 1,5 jam dengan tarif Rp 400.000. Start di Dusun Ngrangkah, Desa Pangukrejo, Kecamatan Umbulharjo – Mini Museum Sisa Hartaku – Batu Alien – Bunker Kaliadem.

Medium trip. Durasi sekitar 2 jam dengan tarif Rp 450.000. Opsi pertama: Start di Dusun Ngrangkah, Desa Pangukrejo, Kecamatan Umbulharjo – Mini Museum Sisa Hartaku – Batu Alien – Bunker Kaliadem – Makam Mbah Marijan.

Opsi kedua: Start di Dusun Ngrangkah, Desa Pangukrejo, Kecamatan Umbulharjo – Mini Museum Sisa Hartaku – Batu Alien – Bunker Kaliadem – Taman Nasional Plunyon.

Opsi ketiga: Start di Dusun Ngrangkah, Desa Pangukrejo, Kecamatan Umbulharjo – Mini Museum Sisa Hartaku – Batu Alien – Kali Kuning (spot air).

Long trip. Durasi sekitar 2 hingga 2.5 jam dengan tarif Rp 550.000. Opsi pertama: Start di Dusun Ngrangkah, Desa Pangukrejo, Kecamatan Umbulharjo – Mini Museum Sisa Hartaku – Batu Alien – Bunker Kaliadem – Makam Mbah Marijan – Buit Glagah Sari, Klangon.

Opsi kedua: Start di Dusun Ngrangkah, Desa Pangukrejo, Kecamatan Umbulharjo – Mini Museum Sisa Hartaku – Batu Alien – Bunker Kaliadem – Kali Kuning (spot air).

Sunrise trip. Trip dimulai pukul 04.30 WIB, durasi sekitar 2.5 jam dengan tarif Rp 450.000.

Start di Dusun Ngrangkah, Desa Pangukrejo, Kecamatan Umbulharjo – Bukit Kaliadem – Batu Alien – Mini Museum Sisa Hartaku.

Selesai berpetualang perut lapar tak jadi hambatan. Ada banyak resto serta warung makan tradisonal berjejer di pinggir jalan. Soal rasa tidak perlu diragukan lagi. Begitu pun soal harga dijamin murah meriah.

Disamping aksesnya mudah, penginapan di Yogyakarta pun melimpah. Wisatawan dijamin tidak akan kekurangan. Mau ala backpacker atau hotel bintang lima ada.

Jadi, jangan sampai dilewatkan ya seru-seruan di Merapi jika kamu mengunjungi Yogyakarta. Tunggu apa lagi, yuk cusss. (*/dipublis kurniawan widianto)

Penulis : Widi Kamidi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Sep 2020 08:20 WIB

UGM Temukan Alat Deteksi Covid-19 Melalui Embusan Napas

Nasional

Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta menemukan cara baru untuk mendeteksi virus corona disease.

16 Sep 2020 07:01 WIB

Kiai Ali Ma'shum Dipukul Saat Berdakwah, Ini Faktanya

Khazanah

Kekerasan dialami orang-orang besar dalam Sejarah

07 Aug 2020 10:30 WIB

HUT RI Saat Pandemi, Kemenparekraf Bikin Lomba Berhadiah Semiliar

Nasional

Peringatan dirayakan di tengah pandemi Covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...