Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid (tengah) saat membuka rangkaian agenda peringatan Hari Santri 2020. (Foto: Dok. Kemenag)

Launching Hari Santri, Wamenag Ungkap 27 Ponpes Terpapar Corona

01 Oct 2020 14:49

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid membuka rangkaian peringatan Hari Santri 2020 di tengah pandemi corona (Covid-19). Acara ini mengusung tema "Santri Sehat Indonesia Kuat".

"Terkait dengan tema hari Santri Nasional Tahun 2020 kami berkesempatan untuk mengambil tema peringatan Santri Sehat, Indonesia Kuat. Karena peringatan hari santri yang sekarang kita lalui, kita ikuti dalam suasana pandemi," kata Zainut Tauhid kepada wartawan di Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis 1 Oktober 2020.

"Kami ingin suasana pandemi ini juga memberikan motivasi kepada anak-anak santri agar mereka tetap menjaga kesehatannya atau tetap melaksanakan protokol kesehatan agar pondok pesantren itu benar-benar menjadi tempat yang aman bagi para santri," sambungnya.

Untuk diketahui, Hari Santri selalu diperingati setiap 22 Oktober sejak 2015. Peringatan ini didasari Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri.

Kementerian Agama (Kemenag) selalu menggelar peringatan hari santri setiap tahun dengan tema yang berbeda-beda. Secara berurutan pada tahun 2016 mengusung tema "Dari Pesantren untuk Indonesia".

Setahun kemudian mengusung tema "Wajah Pesantren Wajah Indonesia". Tahun 2018 bertema "Bersama Santri Damailah Negeri", dan tahun 2019 bertema "Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia".

Tahun ini, isu yang diusung berdasarkan fakta bahwa dunia pada saat ini tidak terkecuali negara Indonesia tengah dilanda pandemi Covid-19.

Zainut Tauhid pun mengungkapkan setidaknya ada 3 dari 10 provinsi yang paling banyak ditemukan santri positif corona. Daerah tersebut adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

"Saat ini lebih dari 1.400 santri pada 27 pondok pesantren di Indonesia dikonfirmasi positif corona. Sejauh ini, sekitar 900 santri telah dinyatakan sembuh dan satu orang santri dilaporkan meninggal dunia," ungkapnya.

Tak hanya santri, sejumlah tenaga pendidik di lingkungan pondok pesantren pun ada yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga meninggal dunia. Atas hal ini, Zainut Tauhid pun mengungkapkan keprihatinan yang mendalam.

"Mudah-mudahan santri yang meninggal dunia termasuk juga beberapa kyai dan ibu nyai yang juga wafat, meninggal dunia karena terkena Covid-19 kita juga sangat memberikan perhatian dan keprihatinan yang mendalam mudah-mudahan mereka semuanya meninggal dalam husnulkhatimah dan diterima amal ibadahnya dilipatgandakan dan dimasukkan dalam surganya Allah, amin...," ucapnya.

Untuk rangkaian acaranya sendiri telah dimulai pada Rabu, 30 September 2020 dengan agenda sebagai berikut:

30 September-15 Oktober 2020 (Santri Millennials Competitions)

5-20 Oktober 2020 (Muktamar Pemikiran Santri Nusantara)

6-7 Oktober 2020 (Kopdar Akbar Santrinet Nusantara)

8 Oktober 2020 (Shalawat Creator and Influencer Summit)

15 Oktober 2020 (Penyerahan BOP Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam, serta Bantuan Pembelajaran Daring Pesantren)

21 Oktober 2020 (SANTRIVERSARY/Malam Puncak Peringatan Hari Santri 2020)

22 Oktober 2020 (Upacara Bendera)