Pelatihan tim siber PDI Perjuangan Jawa Timur. (Foto: PDI Perjuangan)

Tim Cyber Media PDIP Lawan Hoax di Pilkada 2020, Ini Tugasnya

25 Oct 2020 23:02

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Kepala Badan Pemenangan (BP) Pemilu DPD PDIP Jatim Deni Wicaksono mengatakan, akan bekerja keras untuk memenangkan pilkada di Jatim.

Untuk itu, PDI Perjuangan menurunkan seluruh tim diantaranya menurunkan tim kampanye dan tim cyber media.

"Sekarang ini kami mematangkan skema pemenangan udara dengan menurunkan pasukan cyber media di 19 kabupaten/kota. Tim ini akan menangkal serangan dan kampanye hitam yang bersifat hoax dan fitnah yang diarahkan kepada calon yang diusung PDI Perjuangan,” kata Deni.

Deni menambahkan, serangan kampanye hitam yang dilancarkan ke kandidat dari PDIP harus diback-up secara terstruktur, agar bisa menang lawan hoax.

”Kita tahu kandidat dari kita saat ini banyak simpati dan dukungan dari rakyat, sehingga ada pihak-pihak yang tidak ingin kita menang dengan mencoba menggagalkan kemenangan rakyat. Tugas pasukan udara adalah mengadvokasi hal ini di media sosial,” katanya.

Pesta demokrasi di udara, lanjut Deni, harus dirayakan dengan adu program, adu visi, adu data, bukan informasi bohong. Maka dari itu, tim cyber media disiapkan untuk menangkis berita hoax dengan berita positif.

”Kita diajarkan oleh Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri untuk tidak membalas serangan bohong dengan serangan bohong. Stay cool. Kesabaran revolusioner dalam perang udara kita wujudkan dengan berjuang melawan hoaks dengan data dan fakta,” ujarnya.

Anggota DPRD Jawa Timur ini memotivasi seluruh peserta agar setelah pelatihan segera turun ke lapangan di kabupaten/kotanya masing-masing untuk membantu pemenangan dan mengadvokasi melalui media sosial atau yang disebut perang udara. Ia ingin seluruh peserta ketika kembali ke daerahnya masing-masing mampu untuk membuat perubahan.

”Di antaranya bisa menyampaikan informasi yang benar lewat media sosial terkait banyaknya berita hoax yang dipublikasikan berulang-ulang,” kata alumnus Universitas Airlangga Surabaya tersebut.