Tampilan aplikasi kunjungan online, Apik LSIMA. (Foto: Theo/ngopibareng.id)

Lapas Malang Luncurkan Aplikasi Kunjungan Online

Teknologi dan Inovasi 16 January 2020 21:33 WIB

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Lowokwaru, Kota Malang, meluncurkan aplikasi kunjungan online bernama Apik Lapas Siji Malang (LSIMA).

Kepala Lapas Klas I Lowokwaru, Kota Malang, Agung Krisna, mengatakan aplikasi berbasis android ini menggunakan teknologi QR Code untuk mendeteksi data pembesuk.

Dengan begitu, jelas Agung, aplikasi ini dapat mengurangi waktu antrian pembesuk di Lapas Klas I Lowokwaru, Kota Malang, karena data pembesuk sudah dikantongi lebih dahulu di aplikasi.

"Jadi nanti pembesuk daftar di aplikasi. Adapun langkah-langkahnya yaitu mulai foto KTP dan wajah lalu mengisi form, setelah itu pengguna aplikasi bakal mendapat kartu member pengunjung yang ber-QR Code," jelasnya, pada Kamis 16 Januari 2020.

Agung melanjutkan setelah terdaftar pengguna aplikasi dapat menentukan sendiri jadwal mereka akan membesuk. Mulai dari hari Senin sampai Jumat. Setelah terjadwal, pengunjung datang mengambil nomor antrian. Lalu menscan QR Code miliknya.

"Ada 4 titik alat scan dengan satu penjaga. Alat scan itu diantaranya diletakkan di pintu utama sampai tempat penggeledahan," tuturnya.

Ia mengklaim saat ini 50 persen pengunjung sudah mulai menggunakan aplikasi ini dengan rata-rata kunjungan 500 orang per-hari.

Meski tercover aplikasi, personel penjagaan dipastikan Agung tidak akan berkurang. Ia juga mengantisipasi kecocokan data pengunjung dengan pemeriksaan manual penjaga.

"Saat scan, data akan muncuk di layar LCD. Itu dilihat fotonya sama atau tidak. Juga untuk antisipasi kalau handphone pengunjung lowbat, dia bisa scan pakai kartu member yang sudah kita beri setelah daftar di aplikasi," imbuhnya.

Selain itu, kata Agung, aplikasi ini juga menyediakan kolom info dan layanan chatting dengan operator.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Susy Susilawati, mengatakan inovasi ini dapat menjadi percontohan di daerah lain.

"Ini transformasi yang luar biasa. Memang selama ini ada layanan berbasis online. Tapi untuk yang aplikasi ini belum ada. Saya bangga ini pertama di Indonesia," ucapnya, saat meresmikan peluncuran aplikasi tersebut.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Feb 2020 14:33 WIB

Kerusuhan Sektarian Brutal di India, 20 Tewas dan 60 Tertembak

Internasional

Korban tewas akibat kerusuhan sektarian di New Delhi mencapai 20 orang.

26 Feb 2020 14:33 WIB

Dugaan Adanya Kecurangan Dalam Verifikasi Bacarek Unair

Pendidikan

Tiga peserta bakal calon rektor Unair dinyatakan tidak lolos

26 Feb 2020 14:27 WIB

Barcelona Krisis Pemain di Eropa dan La Liga

Liga Spanyol

Raksasa Spanyol ini berpotensi kewalahan hadapi Real Madrid di El Clasico

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.