Langsung Dipecat, Caleg Cantik PKB Nyambi Pengedar Narkoba

22 Dec 2018 14:37 Nasional

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), kecolongan. Seorang calon anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan Jawa Barat, berinisial RK, 31 ditangkap polisi karena berjualan narkoba.

Caleg yang digambarkan berparas cantik itu saat ini ditahan Polres Cirebon. Ia ditangkap polisi saat melakukan transaksi narkoba dengan seorang pengguna.

Sekjen DPP PKB, Hanif Dhakiri, saat dikonfirmasi mengatakan PKB telah memerintahkan pengurus PKB Kuningan untuk memecat RK dan mencoretnya dari daftar Caleg.

"Kalau soal urusan narkoba, PKB tidak ada ampun, langsung kami buang" kata Hanif kepada ngopibareng, Sabtu 22 Desember 2018.

Kata Hanif PKB  pihaknya tak menyangka RK menyambi sebagai kurir narkoba.

"Iya kami semua kaget dan tidak menyangka. Padahal waktu fit and proper test semuanya terlihat baik," ujar Hanif yang juga menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja. 

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto kepada wartawan mengatakan setiap kali transaksi sabu yang beratnya satu gram, RK meraup keuntungan sebesar Rp 300 ribu. Suhermanto mengatakan keuntungan yang didapat RK dari bisnis haram tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Polisi menangkap RK di pintul Tol Ciperna, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. RK diamankan saat bersama seorang pria berinial Y di dalam mobilnya. Dari hasil pemeriksaan sementara, Y sudah delapan kali transaksi sabu-sabu dengan RK. 

Dari penelusuran polisi, RK merupakan pengedar sabu-sabu yang beroperasi di tiga wilayah sekitar Cirebon, yakni Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Kuningan.

Kiprah RK menjadi pengedar narkotik jenis sabu ini terbilang anyar. Polisi masih menelusuri pemasok sabu kepada caleg berparas cantik tersebut.

RK sendiri merupakan seorang caleg partai PKB DPRD Kuningan yang maju di daerah pemilihan (Dapil) III, yakni Kecamatan Ciawigebang, Cidahu, Kalimanggis, Meleber, Lebakwangi dan Cipicung. (asm)

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini