Pendapatan Facebook bertambah selama pandemi. (ilustrasi/unsplash.com)
Pendapatan Facebook bertambah selama pandemi. (ilustrasi/unsplash.com)

Lainnya Terpuruk, Pendapatan Facebook Meningkat Selama Pandemi

Ngopibareng.id Aplikasi 01 November 2020 10:00 WIB

Jika industri lain terpuruk akibat pandemi, Facebook melaporkan hal berbeda. Pendapatan total Facebook hingga September meningkat, bahkan di tengah seruan boikot yang dilakukan sejumlah pengiklan beberapa saat lalu.

Pendapatan total Facebook, yang terutama terdiri dari penjualan iklan, naik 22 persen menjadi 21,47 miliar dolar AS dari 17,65 miliar dolar AS pada kuartal ketiga yang berakhir 30 September. Angka itu lebih besar dari perkiraan analis yang memprediksi 12 persen, menurut data IBES dari Refinitiv.

Boikot iklan pada bulan Juli atas penanganan ujaran kebencian oleh Facebook, yang membuat beberapa pengiklan hengkang, hampir tidak mengurangi penjualan Facebook. Sebab, Sebagian besar penjualan Facebook berasal dari bisnis kecil.

Pertumbuhan pendapatan di Facebook dalam bentuk iklan daring menjadi yang terbesar kedua di dunia setelah Google. Peningkatan di tahun ini, 20 persen lebih baik disbanding 2019. 

Sedangkan, dibandingkan dengan ekspektasi iklan, Facebook telah mengalami lonjakan penggunaan platform karena banyak orang yang harus tetap berada di rumah. Hal ini berdampak pada kokohnya penjualan iklan daring, bahkan ketika aktivitas ekonomi yang lebih luas terdampak pandemi.

2,74 Miliar Pengguna

Facebook terus memperluas basis penggunanya, dengan pengguna aktif bulanan meningkat menjadi 2,74 miliar, meski jumlah pengguna menurun di Amerika Utara dibandingkan dengan kuartal kedua.

Facebook memproyeksikan tren itu akan berlanjut selama sisa tahun ini, dengan jumlah pengguna tetap datar atau sedikit turun pada kuartal keempat dibandingkan dengan kuartal ketiga.

"Tampaknya investor kecewa bahwa meskipun pertumbuhan pengguna melonjak di sebagian besar wilayah selama kuartal tersebut, platform media sosial tersebut melaporkan penurunan pengguna di Amerika Utara, yang mencakup AS dan Kanada, pasar iklan yang paling menguntungkan," kata analis senior di investing.com, Jesse Cohen.

Total pengeluaran meningkat 28 persen menjadi 13,43 miliar dolar AS, dengan biaya yang terus tumbuh karena Facebook mencoba membangun bisnis non-iklan. Selain itu, Facebook juga banyak membelanjakan modalnya dalam upaya penanganan soal privasi pengguna dan konten kekerasan.

CFO Facebook Dave Wehner mengatakan pengeluaran akan meningkat karena biaya pengembalian staf yang bekerja dari rumah ke kantor, penambahan jumlah karyawan, investasi produk dan biaya untuk penanganan soal hukum.

Sebagai hasilnya, dia mengatakan Facebook memperkirakan penurunan margin, meski dia tidak memberikan jumlah pendapatan yang spesifik.

Analis utama EMarketer, Debra Aho Williamson, mengatakan Facebook tetap menjadi "tujuan bagi pengiklan" yang berusaha menjangkau konsumen yang luas, meski ada isu moderasi konten, tetapi dia mengatakan hal itu mungkin berubah pada 2021.

"Kami berharap lebih banyak pengiklan akan memperhatikan ketergantungan mereka pada Facebook dan akan bertanya pada diri sendiri apakah lingkungan di Facebook aman untuk brand mereka," ujar dia. (Ant)

Penulis : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Mar 2021 20:45 WIB

Jumlah Tes PCR Meningkat, Rerata Positif Covid Indonesia Turun

Reportase

Terdapat tambahan 6.808 kasus per Rabu, 3 Maret 2021.

03 Mar 2021 20:15 WIB

Kartika Ajie Hengkang, Teguh Amirudin jadi Kiper Utama Arema FC

Liga Indonesia

Sudah ada lima pemain yang hengkang dari Arema FC.

03 Mar 2021 20:00 WIB

Ketua DPD RI Bangga Jatim Punya Banyak Kampus Unggulan

Pemerintahan

Jatim dikenal memiliki SDM handal.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...