Lalu Mohammad Zohri mencatat sejarah pertama di tingkat dunia sebagai manusia tercepat dalam Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia.
Lalu Mohammad Zohri mencatat sejarah pertama di tingkat dunia sebagai manusia tercepat dalam Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia.

Lagu Kebangsaan Indonesia pun Berkumandang Iringi Penyerahan Medali Emas Kepada Zohri

Ngopibareng.id Atletik 13 July 2018 00:46 WIB

Lagu kebangsaan Indonesia raya akhirnya berkumandang di arena International Association of Athletics Federation World U20 Championship, seiring penyerahan medali emas kepada Lalu Muhammad Zohri yang memenangi kejuaraan dunia lari 100 meter di Finlandia.

Dalam sebuah video penyerahan medali emas yng dikirimkan staf kedutaan RI untuk Finlandia lagu kebangsaan Indonesia ini berkumandang mengiringi berkibarnya bendera merah putih yang didampingi dua bendera Amerika Serikat.

Zohri mencatatkan waktu tercepat yakni 10.18 (1.2m/detik) disusul dua pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz (10.22) dan Eric Harrison (10.22) yang menempati urutan kedua dan ketiga.

Pelari asal Lombok ini menjadi manusia tercepat setelah menyingkirkan 7 perwakilan dari 6 negara yang mengikuti Kejuaraan Dunia Atletik nomor 100 meter putra.

Catatan waktu Lalu 10,18 detik itu sekaligus memecahkan rekor nasional junior atas namanya sendiri 10,25 detik. Rekor waktu 10,18 detik itu juga mendekati rekor nasional senior atas nama Suryo Agung Wibowo 10,17 detik.

Pencapaiannya pria kelahiran 1 Juli 2000 itu merupakan sejarah baru dalam cabang olahraga atletik Indonesia. Sebelumnya, Indonesia mencatatkan prestasi terbaik di nomor lari 100 meter pada kejuaraan yang sama di tahun 1986 dengan mencapai finish ke-8 di babak penyisihan.

Kemenangan Zohri meraih medali emas membuatnya bangga. Ia mengungkapkan rasa senang. "Aku sangat senang dengan rekor catatan junior nasionalku. Aku akan berpesta malam ini. Sekarang, aku akan bersiap di ajang Asian Games bulan depan. Aku sangat bangga," ujar Zohri.

Bagi Zohri, menjadi juara di ajang Kejuaraan Dunia Atletik U-20 adalah pengalaman yang luar biasa. Hal ini juga sangat menambah nilai dalam perjalanan kariernya sebagai atlet.

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

02 Mar 2021 20:35 WIB

Kongres Virtual, Sasmito-Ika Pimpin AJI Indonesia

Nusantara

Kongres virtual berlangsung sejak 27 Februari - 2 Maret.

02 Mar 2021 19:15 WIB

Indonesia Tambah Lima Ribu Kasus, Jawa Barat Lampaui Jakarta

Reportase

Jumlah orang yang dites PCR juga masih rendah.

02 Mar 2021 16:12 WIB

Setahun Covid-19, Pakar: Penanganan Lemah

Nasional

Penyebabnya lemah di testing dan tracing

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...