Lagu Band Ini Dihapus Spotify karena Bernada Kebencian

Musik 25 April 2019 23:00 WIB

Para pendengar Blood on the Dance Floor mungkin akan bingung karena tak lagi menemukan lagu duo EDM itu di Spotify. Penghapusan dilakukan oleh Spotify. Mereka menilai konten yang dimuat oleh Blood on the Dance kebanyakan bernada kebencian.

Dari laporan Billboard, Spotify diduga melakukan hal tersebut setelah ramai pemberitaan mengenai gugatan hukum yang dilayangkan untuk Dahvie Vanity, salah satu personel grup tersebut. Ia dituduh melakukan penyerangan seksual.

Setidaknya ada 21 korban yang menggugatnya. Di antara korban tersebut ada 16 orang yang masih di bawah umur.

Ternyata, ini bukan tudingan pertama yang dilayangkan untuk Davie. Ia pernah dipenjara pada 2009 karena terbukti memperkosa seorang wanita di dalam mobil sebelum manggung. Kala itu, ia dipenjara selama beberapa hari. Dahvie akhirnya dibebaskan tanpa alasan yang jelas.

Namun Spotify membantah menghapus lagu-lagu Blood on the Dance Floor karena kasus itu. Pihaknya beralasan grup tersebut menyuarakan kebencian di karyanya.

Untuk urusan konten, Blood on the Dance Floor juga pernah tersandung masalah serupa pada 2010. Selama ini, mereka memang dikenal sebagai grup yang sering memberikan lirik yang merujuk pada pelecehan.

Dahvie adalah satu-satunya personel Blood on the Dance Floor yang bertahan sejak grup itu berdiri. Karya grup tersebut mulai terdengar sejak 2007. (yas)

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Jan 2020 09:09 WIB

Perdana, Penghargaan Billboard Indonesia Music Awards

Musik

Agnez Mo hingga Rich Brian masuk nominasi.

03 Jan 2020 00:34 WIB

Album K-Pop Terbaik 2019 Versi Billboard

ngopiK-pop

Daftar tersebut menampilkan album yang menyentuh emosi.

08 Sep 2019 18:43 WIB

Agnez Mo Tampil di Situs Majalah Billboard, Harga Bra Rp5 Juta

Musik

Diwawancara majalah musik Billboard, Agnez Mo curi perhatian dengan bra Louis Vuitton

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...