Gempa susulan terjadi lagi di wilayah Majene, Senin 18 Januari 2021. (Foto:BNPB)

Lagi, Gempa Susulan Dirasakan di Majene Sulbar

18 Jan 2021 14:10

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Gempa susulan dirasakan di Majene, Sulawesi Barat, pada Senin 18 Januari 2021, pukul 11:11 WIB. Sementara, total korban yang meninggal akibat serangkaian gempa Sulbar, kini mencapai 81 orang.

Dilansir dari akun Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa susulan bermagnitudo 4,2, dan berpusat di 16 kilometer timur laut Majene, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Skala goncangan dirasakan pada MMI II, sangat minor.

BMKG juga memprakirakan gempa susulan masih akan terjadi. Untuk itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada terkait adanya potensi gempa susulan yang berkekuatan signifikan.

BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dengan tebing curam untuk waspada terhadap longsoran dan reruntuhan batu.

Selain itu, bagi yang tinggal di kawasan pantai atau pesisir, diharapkan untuk selalu waspada dan segera menjauhi pantai apabila merasakan adanya gempa susulan.

Sementara, proses evakuasi korban yang terus berjalan menurut data Pusat Pengendali Operasi BNPB (Pusdalop BNPB), kini mencatat 81 orang meninggal dengan rincian sebanyak 11 orang meninggal di Kabupaten Majene dan 70 orang di Kabupaten Mamuju, per Senin 18 Januari 2021, dilansir dari laman BNPB.

Selain itu, sebanyak 64 orang mengalami luka berat di Kabupaten Majene dan 189 orang di Kabupaten Mamuju, sehinggal total korban dengan luka berat mencapai 253 orang, sedangkan korban dengan luka ringan tercatat sebanyak 679 orang.

Swab Antigen di Pengungsian Gempa Sulbar

Sementara, jumlah pengungsi dari gempa Sulbar kini mencapai 19.435 orang. Titik pengungsian tersebar sebanyak 25 titik, di antaranya Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang serta Desa Limbua yang masih dalam proses pendataan.

Guna mencegah potensi penularan Covid-19 di lingkungan pengungsian, Kepala BNPB Doni Monardo yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memberikan alat tes cepat antigen untuk memeriksa dan menelusuri adanya penularan Covid-19.

Jika terdapat warga pengungsi yang memiliki hasil positif dari swab antigen, akan segera mendapatkan tindak lanjut dari Dinas Kesehatan setempat.

Selain itu, Doni juga meminta agar memisahkan penduduk kelompok rentan dengan usia muda, di pengungsian, guna mencegah penularan dan mengantisipasi adanya potensi risiko penyebaran Covid-19.

Sebelumnya diketahui gempa mengguncang Majene dan Mamuju beberapa kali, sejak Kamis 14 Januari 2021. Namun gempa terbesar dirasakan pada Jumat, 15 Januari 2021, mencapai magnitudo 6,2.