Salah satu karyawati yang kesurupan di gudang UD Sandang Jaya, Kota Probolinggo. (Foto: Istimewa/ngopibareng.id)

Lagi, 10 Karyawan Garmen Kesurupan Massal

Jawa Timur 26 April 2019 21:15 WIB

Untuk kali ketiga, sejumlah karyawan di gudang UD Sandang Jaya di Jalan Anggrek, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo kesurupan massal.

Kali ini sebanyak 10 karyawan yang sebagian besar perempuan (karyawati) meronta-ronta sambil berteriak-teriak histeris, Jumat, 26 April 2019.

Diperoleh informasi, awalnya di pagi hari, sejumlah karyawati mengaku sakit perut dan kepala pusing. Mereka kemudian mengamuk sambil meronta-ronta dan menjerit-jerit. Kepanikan pun terjadi hingga managemen UD Sandang Jaya memulangkan semua karyawan lebih cepat dari biasanya.

“Ya kami semua panik begitu menyaksikan sekitar 10 karyawan sebagian besar perempuan mengamuk histeris,” ujar Supervisor UD Sandang Jaya, Titin Suwarni. Para karyawati yang tidak kesurupan berusaha memegangi dan menenangkan karyawan yang histeris dan meronta-ronta.

Titin menambahkan, kesurupan massal itu terjadi ketika karyawan sedang bekerja di pagi hari menjelang siang. “Mereka baru saja bekerja, menjelang siang tibat-tiba banyak yang kesurupan,” ujarnya.

Demi mengatasi kesurupan massal itu, para karyawan dipulangkan lebih dini. Mereka yang kesurupan diantarkan pulang temannya, sebagian dijemput keluarganya.

Berdasarkan catatan managemen UD Sandang Jaya, kesurupan massal kali ini merupakan peristiwa ketiga dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, sebelum gudang pindah ke Jalan Anggrek, kata seorang karyawati, kesurupan massal lebih sering terjadi.

Hal senada diungkapkan Nafidin, petugas sekuriti (Satpam) UD Sandang Jaya. “Sering terjadi kesurupan massal. Biasanya terjadi di hari Jumat Legi seperti hari ini,” ujarnya.

Karena di luar nalar, Nafidin mengusulkan kepada managamen UD Sandang Jaya agar mendatangkan “orang pintar” untuk mengusir makhluk halus yang menyebabkan sejumlah karyawan kesurupan. (isa)

Penulis : Ikhsan Mahmudi

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Jul 2020 22:02 WIB

2 Perawat Reaktif, Puskesmas Ketapang Ditutup

Jawa Timur

Disarankan, selama tutup warga untuk mencari puskesmas lain.

02 Jul 2020 22:13 WIB

Terpapar Covid-19, Dokter Abdul Cholig Menghadap Sang Khaliq

Human Interest

Dua kali swab tes hasilnya positif Covid-19.

02 Jul 2020 22:00 WIB

Sopir Bus dan Truk Keluhkan Rapid Test

Jawa Timur

Sopir truk dan bus wajib kantongi surat keterangan rapid test.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...