Alexandre Lacazatte. (Foto: Twitter/@LacazetteAlex)

Lacazette Kedua Kalinya Bertindak Indisipliner

Liga Inggris 19 May 2020 19:35 WIB

Bintang Arsenal, Alexandre Lacazette, kembali melakukan tindakan indisipliner dengan menghirup balon ‘hippy crack’ yang bisa memberikan efek mabuk kepada yang menghirupnya. Aksi penyerang The Gunners itu diketahui setelah rekamannya menghisap nitro oksida dari dalam balon putih beredar di masyarakat.

Dikutip dari The Daily Express, Mikel Arteta akan berbicara dengan Lacazette mengenai kejadian itu, dan pemain Prancis tersebut harus menghadapi konsekuensi berat bila terbukti dirinya mengonsumsinya.

“Ini masalah pribadi yang kami anggap serius, dan akan kami tangani secara internal,” tulis pernyataan klub seperti dikutip dari Dailystar.

Pihak klub sebelumnya pernah mengingatkan pemain Prancis dan sejumlah penggawa Arsenal lainnya dalam kasus yang sama pada Agustus 2018. Ketika itu, dalam sebuah rekaman menunjukkan Lacazette dengan empat pemain lainnya juga menghisap ‘hippy crack’. Dalam peristiwa itu, Mesut Ozil, Matteo Guendouzi, dan Pierre Emerick Aubameyang kehilangan kesadaran.

Kejadian itu membuat jurutaktik Arsenal kala itu, Unai Emery murka. Namun sama dengan kali ini, Arsenal memilih untuk menyelesaikan masalah tersebut tanpa melibatkan pihak luar.

Mengenai tindakan Lacazette kali ini, Mikel Arteta juga tidak tinggal diam. Pelanggaran terhadap nilai-nilai profesionalisme itu akan mendapat perhatian serius dari pelatih asal Spanyol tersebut. Lacazette terancam didenda 360.000 poundsterling.

“Saya ingin orang-orang memiliki tanggung jawab dalam pekerjaannya,” ujar Arteta.

“Siapa pun yang tidak setuju dengan apa yang saya tanamkan di tim ini, berarti tidak cukup baik untuk lingkungan dan budaya di klub ini,” kata pelatih yang mengambil alih posisi Emery pada Desember 2019 lalu.

“Para pemain harus menerima proses yang berbeda, cara berpikir berbeda pula. Jika tidak memiliki akar budaya yang tepat, pohon akan bergoyang,” tambah Arteta.

Nitro oksida sendiri biasanya diberikan pada pasien penderita sakit gigi dengan dosis yang tepat untuk menghilangkan rasa sakit. Tapi gas ini kerap disalahgunakan oleh orang-orang yang ingin mendapatkan euphoria dengan menghirupnya.

Bila dikonsumsi secara berlebihan, zat ini bisa menyebabkan kekurangan oksigen, dan dikaitkan sedikitnya 17 kematian. Memang bukan ilegal memiliki gas tersebut, tetapi di Inggris dan Wales dilarang diperjualbelikan bagi orang yang berusia di bawah 18 tahun karena ada risiko bila dihirup.

Nitro oksida sendiri mempunyai efek seperti perasaan euforia, relaksasi, dan ketenangan, pusing, kesulitan berpikir jernih dan tertawa, juga distorsi suara atau bahkan berhalusinasi.

Penulis : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

16 Jul 2020 09:39 WIB

MUI Pertegas Sikap Tentang RUU HIP dan Pendidikan di Masa Corona

Nasional

MUI minta RUU HIP dicabut.

16 Jul 2020 09:13 WIB

Dua Hal Ditakuti Sayidina Ali, Hasrat Hati dan Harapan Diulur

Khazanah

Dunia bergerak dengan cepat, maka beribadahlah

16 Jul 2020 08:55 WIB

Kunci Jawaban SMA: Konsep Eksponen

Pendidikan

Pelajar SMA dan sederajat akan mendapatkan materi matematika.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...