Presiden Jokowi. (Foto:Antara)

Lacak Pasien Corona Lebih Agresif!

Nasional 04 June 2020 12:39 WIB

Lacak pasien corona lebih agresif. Ini perintah Presiden Jokowi, yang meminta pelacakan pasien COVID-19 dilakukan lebih agresif dengan memanfaatkan bantuan teknologi telekomunikasi.

"Saya minta pelacakan secara agresif. Dilakukan lebih agresif lagi dengan bantuan teknologi telekomunikasi, dan bukan cara-cara konvensional lagi," kata Presiden di Jakarta, Kamis.

Menurut Presiden, di negara-negara lain, seperti di Selandia Baru, digunakan digital diary atau buku harian digital untuk melacak penyebaran COVID-19.

"Sedang di Korea Selatan, dilakukan pengembangan GPS bergerak untuk menghimpun data, sehingga pelacakan dapat termonitor dengan baik," ujar Presiden.

Selain itu, Presiden juga meminta agar manajemen data terkait Covid-19 diperbaiki menjadi lebih rapi dan satu pintu sehingga lebih mudah dalam menentukan langkah dan mengambil keputusan.

“Berkaitan dengan satu data, seperti yg saya sampaikan pada ratas Selasa lalu, bahwa manajemen untuk satu data ini diperbaiki,” katanya.

Dia ingin agar satu data tersebut benar-benar menjadi perhatian bersama seluruh pihak yang terkait dengan percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Dengan begitu, katanya, dapat dilakukan pelaporan secara real time, dari laboratorium, dari Gugus Tugas, dan dari daerah-daerah. “Sehingga dalam pengambilan keputusan atau kebijakan bisa tepat, bisa akurat, untuk itu sekali lagi saya minta pintunya hanya satu,” katanya.

Ia juga ingin agar fokus dan berkonsentrasi diarahkan ke sejumlah wilayah dengan angka penyebaran masih tinggi.

Tercatat tiga provinsi yang laju penyebarannya masih tinggi yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. “Tolong ini jadi perhatian khusus, sehingga angka penyebarannya bisa kita tekan lebh turun lagi,” kata dia.(ant)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

13 Jul 2020 07:55 WIB

Belajar dari Rumah TVRI, Hari Pertama Masuk Sekolah

Pendidikan

Setelah libur panjang, kini siswa-siswi kembali masuk sekolah secara online

13 Jul 2020 07:46 WIB

Ratko Mladic, Simbol Sejarah Kelam Genosida Srebrenica  

Internasional

25 Tahun disidang pengadilan internasional tak berujung

13 Jul 2020 07:42 WIB

Kemarin, Menkes Berkantor di Surabaya dan Covid Malang Bertambah

Jawa Timur

Berita Ngopibareng.id kemarin.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...