Kerusuhan di Katalunya membuat laga sarat emosi ini diusulkan agar dipindah ke Madrid.

La Liga Usulkan Laga El Clasico di Barcelona Dialihkan ke Madrid

Liga Spanyol 17 October 2019 08:29 WIB

Kerusuhan menyusul pengumuman putusan hukuman bagi sembilan tokoh separatis Katalunya membawa dampak negatif pada Barcelona. Pasalnya, operator kompetisi di Spanyol, La Liga. Mengusulkan pada federasi sepak bola Spanyol (RFEF) agar laga El Clasico antara Barcelona lawan Real Madrid pada 26 Oktober 2019 di Camp Nou dipindahkan.

La Liga memandang perlu untuk mengalihkan lokasi pertandingan yang mempertemukan dua tim raksasa Spanyol ini karena meningkatnya aksi kerusuhan di sebagian besar Kota Barcelona.

Seperti diketahui, pada Senin 14 Oktober 2019 lalu, sembilan pemimpin separatis Katalunya diputuskan bersalah oleh pengadilan Spanyol. Hukuman bagi para pimpinan separatis itu beragam, ada yang dihukum selama 9 tahun sampai 13 tahun penjara karena berperan dalam menggelar referendum ilegal, serta upaya untuk memisahkan diri dari Spanyol.

Penangkapan para pemimpin tersebut telah memicu aksi protes dan bentrokan di seluruh wilayah Barcelona. La Liga khawatir ada potensi aksi-aksi yang tak diinginkan di pertandingan itu, terutama menyangkut keselamatan para pemain dan semua yang terlibat dalam pertandingan sarat emosi tersebut.

"Kami telah meminta komite kompetisi RFEF untuk bertemu dan mengubah lokasi El Clasico ke Madrid karena keadaan luar biasa di luar kendali kami," kata juru bicara La Liga yang dikutip dari Marca.

RFEF tidak segera memberikan komentar terkait permintaan tersebut. Maklum, isu seputar kerusuhan di Barcelona sangat sensitif dan bisa memicu masalah lebih besar.

Pengumuman masa hukuman penjara para pemimpin separatis itu memicu protes massa di seluruh wilayah Katalunya, dengan pecahnya kekacauan di bandara El Prat Barcelona yang berujung terhadap pembatalan puluhan jadwal penerbangan serta bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa.

Media lokal melaporkan bahwa telah terjadi 51 penangkapan sedangkan 125 orang dirawat karena mengalami luka-luka.

Pada Senin lalu, melalui akun resminya merilis sebuah pernyataan resmi, "Penjara bukan solusi" sebagai protes mereka terhadap penahanan para pemimpin tersebut.

Sementara pelatih Manchester City, Pep Guardiola juga menentang hukuman penjara itu dalam sebuah video yang dirilis di media sosial oleh kelompok Tsunami Demokratic.

Aksi protes berlanjut sepanjang Rabu, dengan jaringan kereta cepat di negara itu mengalami banyak penundaan, sedangkan jalan raya di seluruh Katalunya dan banyak jalan utama Barcelona tetap ditutup.

Penulis : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Jul 2020 22:00 WIB

MU Pertimbangkan Boyong Ousmane Dembele ke Old Trafford

Liga Inggris

Pemain Barcelona itu jadi opsi lain bila gagal dapatkan Sancho

11 Jul 2020 18:20 WIB

Zidane: Courtois Berpengaruh Besar Terhadap Perburuan Gelar

Liga Spanyol

Thibaut Courtois menggagalkan banyak peluang lawan.

11 Jul 2020 10:04 WIB

Real Madrid Mantap di Puncak Setelah Kalahkan Alaves 2-0

Liga Spanyol

Real Madrid kini punya 80 poin, disusul Barcelona 76 poin.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...