Eri Cahyadi ketika mengikuti Sekola Cakada PDIP. (Foto: PDI Perjuangan/ngopibareng.id)
Eri Cahyadi ketika mengikuti Sekola Cakada PDIP. (Foto: PDI Perjuangan/ngopibareng.id)
PILKADA SURABAYA 2020

Terinspirasi Ki Hajar Dewantara, Eri Ingin Buat Sekolah Birokrat

Ngopibareng.id Pilkada 13 September 2020 18:24 WIB

Bakal pasangan calon walikota dan wakil walikota Eri Cahyadi-Armuji mengikuti sekolah partai untuk para calon kepala daerah yang digelar DPP PDI Perjuangan, Minggu 13 September 2020 hingga Selasa 15 September 2020 secara daring.

Eri Cahyadi dan Armuji mengikuti sekolah partai calon kepala daerah dari kediamannya masing-masing. Eri, yang tinggal di kawasan Ketintang Surabaya, memulai dengan berolahraga bulu tangkis ringan di depan rumah bersama anaknya.

Lalu disusul dengan sarapan sate kelapa khas Surabaya. Setelah membersihkan diri, Eri sudah bersiap di depan laptop pada pukul 08.00 WIB.

Eri memulai sekolah partai dengan mengikuti pre-test dengan menjawab berbagai pertanyaan terkait Pancasila dan kerja-kerja kerakyatan.

"Saya sangat antusias. Saya sangat senang DPP PDI Perjuangan menggelar sekolah partai sebagai panduan untuk menyiapkan kepala daerah yang kompeten, punya kapasitas teknokratik, adaptif terhadap perubahan zaman, dan tetap berjiwa kerakyatan dengan kekukuhan dalam menjalankan ideologi Pancasila,” ujar Eri.

Eri memaparkan, dalam sekolah partai, disajikan berbagai best practices kebijakan prorakyat dan tata kelola pemerintahan modern berbasis digital yang bisa menjadi inspirasi untuk diterapkan dalam pembangunan saat sang calon kepala daerah terpilih dalam Pilkada. Sehingga terjadi saling berbagi inovasi dan pengetahuan yang produktif dan dinamis.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya yang dikenal sebagai birokrat berprestasi itu menyebut sekolah partai PDIP adalah bagian dari knowledge management (manajemen pengetahuan) khas institusi-institusi modern.

Sekolah partai, kata Eri, adalah proses sistematis untuk mendapatkan pengetahuan yang tepat, yang kemudian ditransmisikan ke seluruh calon kepala daerah, sehingga bisa mendorong kemajuan daerah.

”Dalam kearifan lokal kita, ada konsep laku telu yang disampaikan Ki Hajar Dewantara, ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, tut wuri handayani. Bagaimana menjadi role model atau tulodo, menumbuhkan kreativitas dan inovasi atau mangun karso, dan menciptakan calon-calon inovator baru, leaders create leaders, tut wuri handayani. Luar biasa sekolah partai ini,” kata Eri.

”Proses dialektika ini adalah semangat outward looking. Kita menjadi yakin bahwa Surabaya akan tambah ngebut maju dan sejahteranya dengan proses belajar dan pembudayaan inovasi yang tiada henti,” katanya.

Terinspirasi dari sekolah partai ini, ke depan, Eri ingin menginisiasi program sekolah serupa namun untuk kalangan birokrat. Misalnya di tingkat puskesmas, ada sekolah kepala puskesmas, yang bisa melibatkan praktisi kesehatan internasional.

"Dari sana kemudian ada pembudayaan inovasi. Puskesmas berlomba dalam inovasi. Ujungnya adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi rakyat Surabaya,” ujarnya.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Jan 2021 07:03 WIB

Jangan Berlebihan Memuji Nabi? Ini Penjelasan Ulama

Islam Sehari-hari

Tausiyah khusus Ustaz Ma'ruf Khozin

22 Jan 2021 06:39 WIB

Banyak Jalan Menuju Surga, Ini Pesan Rasulullah

Islam Sehari-hari

Tausiyah KH Husein Muhammad

22 Jan 2021 05:17 WIB

Saatnya Politisi Puasa Bicara

As’ad Said Ali

Tak memolitisasi pandemi Covid-19

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...