Dr Ridho Hantoro ST MT, (kanan) saat melakukan riset pengelolaan sampah hasilkan listrik (Foto: Istimewa)

Dosen ITS Gagas Pengelolaan Sampah Hasilkan Listrik

Teknologi dan Inovasi 13 January 2020 22:31 WIB

Berangkat dari masalah penumpukan sampah yang semakin menjadi, terutama di kota-kota besar. Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Ridho Hantoro ST MT, melalui penelitian berbasis hydrothermal carbonization mencoba mengimplementasikan pengolahan sampah menjadi energi alternatif penghasil listrik.

"Hasil proses hydrothermal carbonization akan digunakan sebagai bahan baku gasifikasi dan gas engine untuk memproduksi listrik,” kata Dr Ridho Hantoro ST MT.

Dosen dari Departemen Teknik Fisika ITS ini terinspirasi dari konversi nilai energi dan banyaknya sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Salah satu TPA yang mengaplikasikan metode ini adalah TPA Putri Cempo di bawah Pemerintah Kota Surakarta.

Ridho biasa ia disapa memaparkan, metode ini mempunyai keunggulannya mampu meningkatkan nilai kalori material sampah dalam bentuk padatan, sekaligus mengurangi massa sampah secara signifikan pada prosesnya.

Lanjut Ridho, pada prosesnya limbah dipisahkan dari logam dan material toksik yang ada, lalu dimasukkan ke dalam reaktor HTC. Pada kondisi saturasi biasanya 23 bar harus tetap dikontrol, hal itu juga tergantung kondisi dan komposisi karakteristik sampah.

"Bisa sampah plastik atau sampah organik seperti sayur-sayuran, limbah rumah tangga, plastik, kertas, dan lainnya,” imbuh pria kelahiran 1976 ini.

Lanjut Ridho lagi, selam kurang lebih 4 sampai 10 jam akan terbentur bubur karbon (char). Setelah itu bubur tadi dihilangkan kadar airnya, lalu dikeringkan dan menjadi briket. Briket yang sudah dikeringkan dimasukkan ke dalam gasifier, dan didapatkan metana murni yang di-treatment.

"Selanjutnya, dimasukkan ke dalam gas engine atau motor bakar yang akan menghasilkan listrik seperti halnya genset. Apabila dalam pemanfaatan limbah menjadi biogas akan dihasilkan gas organik, tetapi hasil yang dikeluarkan dari gasifier akan berupa gas sintetik (syngas),” jelasnya.

Langkah selanjutnya yang diambil Ridho untuk penelitian ini, ialah akan membuat prototipe dan mencoba pengaplikasian secara langsung.

Penulis : Pita Sari

Editor : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

10 Jul 2020 14:31 WIB

Kasus Covid-19 Tinggi, PSBL Diterapkan di Mergosono Kota Malang

Jawa Timur

Total ada 22 kasus Covid-19 di Kelurahan Mergosono, Kota Malang.

10 Jul 2020 14:18 WIB

Ganjar Sambangi Rumah Kemasan

Nusantara

Di sela gowes, Ganjar sambangi rumah kemasan.

10 Jul 2020 14:01 WIB

Keluarkan KTP Djoko Tjandra, Lurah Grogol Selatan Dinon-aktifkan

Hukum

Bukan dipecat, tapi cuma dinonakktifkan, sementara.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...