Gus Ipul, mengunjungi Pusat Grosir Surabaya (PGS), Sabtu, 12 Mei 2018.

Kunjungi Pusat Grosir Surabaya, Gus Ipul Ingin Pastikan Ekonomi Tak Terpengaruh Teror Bom

Jawa Timur 19 May 2018 18:03 WIB

Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengunjungi Pusat Grosir Surabaya (PGS). 

Bertemu dengan ribuan pedagang dan pembeli, Gus Ipul ngobrol untuk mengetahui aspirasi mereka.

Dengan antusias, pengunjung dan pedagang bergantian mendekati Gus Ipul. Mereka tidak hanya ngobrol, namun juga mengajak swafoto.

Penjual arloji misalnya, kepada Gus Ipul menceritakan peningkatan omset menjelang lebaran. Meskipun, Surabaya baru saja menjadi lokasi teror bom.

"Jawa Timur khususnya Surabaya tak terpengaruh banyak pasca bom beberapa waktu lalu. Mungkin sempat sepi 1-2 hari saja, namun saat ini kembali stabil," kata Marwoto dihadapan Gus Ipul, Sabtu, 19 Mei 2018. 

Gus Ipul mengunjungi Pusat Grosir Surabaya PGS Sabtu 12 Mei 2018 Gus Ipul, mengunjungi Pusat Grosir Surabaya (PGS), Sabtu, 12 Mei 2018.

Menanggapi cerita Marwoto, Gus Ipul juga mengimbau masyarakat tetap tenang. "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap khusuk dalam menjalankan ibadah puasa. Sembari beribadah, tetap bekerja seperti biasa. Insya Allah Jawa Timur kembali aman," katanya.

Saat berdialog dengan pedagang arloji, Gus Ipul juga sempat tertarik membeli sebuah jam tangan.

Gus Ipul membeli jam tangan krepyak putih setelah mengetahui bahwa jam tangan seharga Rp100 ribu tersebut merupakan buatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jawa Timur.

Tak hanya membeli arloji, Gus Ipul juga mampir di toko gitar. Di toko ini, Gus Ipul juga membeli gitar buatan Mojokerto. Gitar seharga Rp250 ribu ini juga merupakan produk buatan UMKM.

Selain itu, Gus Ipul juga mampir di toko senapan angin. Sama halnya di dua toko sebelumnya, Gus Ipul juga membeli produk senapan seharga Rp500 ribu.

Menariknya, senapan tersebut ternyata juga merupakan produk UMKM buatan Pare, Kediri.

"Ini mejadi bukti bahwa produksi UMKM kita mampu bersaing. Harganya sangat terjangkau. Kedepan, UMKM ini akan terus kami bela," ujarnya.

Dari komunikasi bersama sejumlah pedagang juga terungkap bahwa perilaku penjual mulai berubah. Dari yang awalnya kebiasaan belanja ke pasar menjadi cenderung menggunakan belanja melalui internet (e-commerce).

"Inilah tantangan kita kedepan. Kita akan dorong penjual untuk melakukan antisipasi terhadap hal ini," kata Gus Ipul.

Dari sisi pasar, Gus Ipul menyebut akan meningkatkan fasilitas di pasar, terutama pasar tradisional. Sehingga, masyarakat akan tetap nyaman di pasar.

Sementara untuk penguasaan internet, Gus Ipul juga mendorong penjual berlatih internet.

Khusus untuk pemasaran produk UMKM, Gus Ipul telah merangkumnya dalam program Super Star (Sentra UMKM, Pemberdayaan Industri Kreatif, dan Start Up).

Yakni, pengembangan sentra UMKM dengan inti-plasma yang terintegrasi dengan kluster industri pengolahan.

Serta, menyiapkan inkubasi branding dan marketing produk UMKM dengan mendorong lahirnya pusat kolaborasi start up. (wah/frd) 

Penulis : Farid Rahman

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Jun 2020 15:23 WIB

Awasi Masa Transisi, Pemkot Akan Rekrut Relawan

Surabaya

Whisnu mengatakan relawan itu diminta untuk edukasi warga sekitar

20 Apr 2020 23:25 WIB

40 Ribu Desa Bentuk Relawan Desa Anti Corona

Nasional

Total saat ini 53 persen desa se Indonesia telah memiliki relawan desa.

01 Apr 2020 11:15 WIB

F-PKB DPRD Banyuwangi Desak Segera Bentuk Desa Tanggap Covid-19

Jawa Timur

Supaya bisa mendapatkan penanganan dan pencegahan terbaik.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...