Kuasa hukum ZA, Bakti Reza Hidayat ketika diwawancarai di Pengadilan Negeri, Keoanjen, Malang (Foto: istimewa)

Kuasa Hukum Pelajar Bunuh Begal Ingin Kliennya Bebas

Jawa Timur 22 January 2020 16:39 WIB

Tim kuasa hukum pelajar inisial ZA yang tergabung dalam Bakti Reza Hidayat dan Associates menyampaikan pledoi di hadapan hakim atas dakwaan yang ditujukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada kliennya.

Pledoi tersebut disampaikan pada Rabu 22 Januari 2020, di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen. Adapun pledoi tersebut meminta agar ZA dibebaskan dari semua tuntutan hukum.

Permintaan tersebut jelas Ketua Tim Kuasa Hukum ZA, Bakti Reza Hidayat didasarkan atas beberapa alasan yang telah dituangkan dalam pledoi yang disampaikan oleh pihaknya.

Bakti menjelaskan bahwa saat ini ZA dituntut 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian oleh JPU.

Namun Bakti mengatakan di dalam pledoinya dalam pasal 49 KUHP mengatur mengenai pembelaan darurat untuk melindungi kehormatan dan kesusilaan atau harta benda sendiri maupun orang lain. Dari pembelaan darurat itu lalu muncul yang namanya noodweer atau alasan pemaafan.

"Noodweer adalah alasan pemaaf. Alasan pemaaf adalah alasan yang menghapus kesalahan dari si pelaku suatu tindak pidana, meski perbuatannya tetap melawan hukum," tuturnya pada Rabu 22 Januari 2020.

Bakti mengatakan, pembelaan darurat dilakukan oleh kliennya, ketika mendapatkan ancaman pemerasan dan perkosaan terhadap kekasihnya inisial AV oleh Misnan dan temannya.

"Maka dari itu meskipun ZA melakukan perbuatan melawan hukum, namun perbuatan itu tidak dapat dituntut, karena didasarkan pada adanya suatu noodweer atau alasan pemaafan. Sehingga demikian ZA haruslah dibebaskan dari segala tuntutan hukum," tegasnya.

Seperti diberitakan oleh ngopibareng.id sebelumnya ZA yang berusia 17 tahun harus berurusan dengan kasus hukum setelah membunuh Misnan pada Minggu, 8 September 2019, lalu.

Ketika itu ZA bersama kekasihnya berinisial V lagi sedang berada di area ladang tebu di Gondanglegi, Kabupaten Malang. ZA dan kekasih lalu diketahui oleh Misnan bersama rekan-rekannya lalu mendatangi ZA dengan mengancam akan membegal serta akan memperkosa kekasih ZA.

Karena merasa terancam, ZA lalu mengambil sebilah pisau yang ada di jok motornya lalu menghunusnya ke bagian dada Misnan yang seketika itu tewas.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Sep 2020 09:14 WIB

Lima WNI Meninggal Dunia, Gunakan Perahu Masuk Malaysia

Internasional

Kabar duka di tengah pandemi Covid-19

21 Sep 2020 08:47 WIB

Wapadalah! Pelajaran Sejarah Jadi Pilihan atau Wajib

As’ad Said Ali

Indonesia berada dalam fase Proxy War

21 Sep 2020 08:41 WIB

Permintaan Play Station 5 Tinggi, Amazon Minta Pengertian

Games

Amazon meminta agar pembeli tak berharap PS 5 datang tepat waktu.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...