Rumah di Makassar yang hangus dibakar kartel narkoba. Foto : detik.com

Kronologi Kartel Narkoba Bakar Hidup-Hidup Enam Orang di Makassar

Kriminalitas 13 August 2018 14:41 WIB

Kartel narkoba yang tega membakar hidup-hidup satu keluarga di Makassar ternyata bermula dari kasus hutang piutang. Adalah Daeng Ampuh, narapidana narkoba, yang dengan sadis memerintahkan anak buahnya untuk membakar rumah yang sedang dihuni beberapa orang di Jalan Tinumbu, Makassar, Sulawesi Selatan.

Hasil penelusuran polisi menunjukkan jika kejadian ini bermula ketika Fahri, 24 tahun, memiliki hutang kepada bandar narkoba bernama Daeng Ampuh senilai Rp9 juta.

Kejadian sadis ini bermula pada Sabtu 4 Agustus 2018, ketika pelaku bernama Risman, mendapat telepon dari Iwan Lili, bandar narkoba yang masih berada di dalam penjara untuk menagih hutang ke Fahri. Saat itu, Risma bersama empat temannya yakni Ollong, Wandi, Said, dan Ambang mencegat Fahri di Jalan Barukang dan menghajarnya.

Merasa kalah dikeroyok, Fahri lantas mengajak para pengeroyok ke rumah kakeknya yakni Haji Sanusi. Di rumah ini, Fahri tiba-tiba malah lari ke dalam rumah dan mengunci pagar serta pintu.

Ayah Fahri, Amiruddin, lantas keluar dan berjanji akan membayar utang anaknya itu. Utang Fahri ke Iwan Lili sebesar Rp1 juta yang merupakan hasil penjualan sabu-sabu.

Pada saat bersamaan, datang lagi sekelompok pemuda lain yang mengaku utusan Daeng Ampuh, yang juga ingin menagih utang dari Fahri terkait narkoba. Utang Fahri ke Daeng Ampuh sebesar Rp9 juta.

Pada Minggu 5 Agustus 2018, Daeng Ampuh menelpon Andi Muhammad Ilham dari selnya di Lapas Makassar yang mengabarkan bahwa Fahri akan melarikan diri ke Kendari, Sulawesi Tenggara. Daeng Ampuh lantas memerintahkan Andi Muhammad Ilham untuk membunuh Fahri.

Atas perintah Daeng Ampuh ini, Andi Muhammad Ilham bersama rekannya, Ramma, pada Senin 6 Agustus 2018 membakar rumah Haji Sanusi, yang merupakan kakek Fahri. Pembakaran ini, menewaskan 6 orang di dalam rumah, yaitu pasangan suami-istri Sanusi (70) dan Bondeng (65), anaknya, Musdalifa (30), Fahril (24), dan Namira (24), serta cucunya, Hijas, yang masih berusia 2,5 tahun.

Polisi saat ini juga telah menangkap pelaku pengeroyokan dan pembakaran yakni Wandi, Riswan, Chadiri, Andi M Ilham, dan Daeng Ampuh. Sedangkan satu lagi yakni Apang masih dalam pengejaran. (man)

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

30 Mar 2020 20:35 WIB

Positif Covid-19, Dokter Idrus Paturusi: Bersalaman pun Bahaya

Nasional

Lebih berbahaya bila cipika-cipiki.

24 Mar 2020 10:44 WIB

Positif Corona di Makassar Meninggal, Setelah Pulang Umroh

Nasional

Pemkot Makassar kesulitan lacak travel umroh.

18 Mar 2020 13:35 WIB

Berulah, KKB Papua Bakar Gereja dan Unggah ke Media Sosial

Timur Indonesia

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua kembali berulah.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.