jerinx penuhi panggilan Polda Bali, Kamis 6 Agustus 2020. (Foto: Instagram)

Kritik IDI, Jerinx Penuhi Panggilan Polda Bali

06 Aug 2020 12:35

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Drumer Superman Is Dead, Jerinx, terlihat memenuhi panggilan Polda Bali, pada Kamis 6 Agustus 2020. Pemilik nama lengkap  I Gede Ari Astina tersebut datang ke Polda, setelah Ikatan Dokter Indonesia melaporkan status Jerinx di media sosialnya, kepada kepolisian.

Seperti terlihat di layar kaca televisi nasional, Jerinx terlihat datang di Polda Bali didampingi tiga pengacaranya. Tak terlihat pendukung jerinx yang ikut menemani musisi yang sering mencuitkan kritikan serta komentar keras lainnya di Twitter maupun Instagramnya.

Pada awak media, seorang pengacara Jerinx menyampaikan jika pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan IDI untuk menyelesaikan masalah. Namun mereka juga tetap mengikuti hasil penyelidikan yang dilakukan Polda Bali.

Pada kasus Jerinx, pihak kepolisian belum memeriksa IDI dan masih memanggil Jerinx setelah meminta keterangan saksi dokter dan ahli bahasa atas unggahan Jerinx.

Sebelumnya, seperti diberitakan Ngopibareng.id, rencana kehadiran Jerinx di Polda Bali telah disampaikan oleh Kuasa hukum Jerinx, I Wayan Gendo Suardana. Selama tidak ada halangan yang bersifat mendesak, maka kliennya dipastikan hadir ke markas polisi di kota Denpasar tersebut. "Untuk pemanggilan besok, sepanjang tidak ada hal yang emergency, Jerinx pasti datang," ujar Gendo, pada Rabu, 5 Agustus 2020. Jerinx sempat mangkir dari panggilan kepolisan pada 3 Agustus 2020 lalu.

jerinx berurusan dengan kepolisian setelah unggahan di media sosialnya membuat IDI berang. Jerinx mengunggah sikapnya atas aturan yang mewajibkan ibu hamil untuk tes Covid-19. Ia juga menyebut IDI dan rumah sakit sebagai kacung organisasi kesehatan dunia, WHO. "Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan RS seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan dites Covid-19. Sudah banyak bukti jika hasil tes sering ngawur, kenapa dipaksakan? kalau hasil tesnya bikin stres dan menyebabkan kematian pada bayi atau ibunya, siapa yang tanggung jawab?," tulis Jerinx pada foto yang diunggah di Instagramnya.

Sementara, pada kolom komentar, Jerinx menambahkan, "Bubarkan IDI!, saya tidak akan berhenti menyerang kalian @ikatandokterindonesia, sampai ada penjelasan perihal ini! Rakyat sedang diadu domba dengan IDI/RS? Tidak. IDI dan RS yang mengadu diri mereka sendiri dengan hak-hak rakyat," tulisnya.