Pembukaaan Kreatifood 2019 bertempat di Ciputra Wold Mall Surabaya. Jum'at, 12 Juli 2019 (Foto: Pita/ngopibareng.id)

Kreatifood 2019 di Surabaya Targetkan Transaksi Rp1 Miliar

Ekonomi dan Bisnis 12 July 2019 20:30 WIB

Kreatifood Expo yang diselenggarakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Mall Ciputra World mulai Jumat, 12 Juli hingga Minggu 14 Juli 2019 menargetkan transaksi lebih dari Rp1 miliar.

Direktur Pengembangan Pasar dalam negeri Bekraf, Yuana Rochma Astuti, Jumat, 12 Juli 2019 mengatakan optimis mampu memenuhi target tersebut. Alasannya, pada penyelenggaraan Kreatifood 2018 lalu berhasil membukukan transaksi lebih dari Rp1 miliar selama acara berlangsung.

"Kami berharap melalui Kreatifood ini, para pelaku usaha bisa mendapatkan peluang lebih baik, mendapatkan distributor lebih banyak lagi dan tentunya sebagai rujukan eksplorasi produk kreatif kuliner nusantara," ujarnya.

Yuana menambahkan, acara ini difokuskan di Surabaya karena melihat pasar di kota terbesar nomor dua setelah Jakarta dinilai sangat potensial.

"Tahun ini, kami pusatkan di satu tempat di Surabaya saja dan tidak berkeliling di berbagai kota. Hal ini agar pelaku UMKM yang ikut bisa lebih menghemat serta efisien," katanya.

Kreatifood 2019 yang melibatkan 144 pelaku industri kreatif di bidang kuliner tersebut, kata dia, digelar dengan tujuan meningkatkan pemasaran subsektor kuliner dengan menghubungkan perusahaan rintisan (startup) kuliner kepada kanal distribusi dan pemasaran.

"Acara ini juga untuk meningkatkan peluang investasi baru dari sisi permodalan non perbankan. Oleh karena itu, kami terus berkomitmen mengakselerasi produk dari pelaku ekonomi kreatif khususnya dalam hal pemasaran baik di dalam maupun luar negeri," katanya.

Bi Epoy Salah satu produk kuliner yang ada di Kreatifood 2019 Foto Pitangopibarengid 'Bi Epoy' Salah satu produk kuliner yang ada di Kreatifood 2019. (Foto: Pita/ngopibareng.id)

Menurutnya, Kreatifood adalah program Bekraf yang diinisiasi oleh Deputi Pemasaran sejak akhir tahun 2016. Kreatifood merupakan salah satu bentuk kontribusi Bekraf bagi subsektor kuliner sebagai penyumbang PDB ekraf terbesar.

"BPS mencatat kontribusi subsektor kuliner terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif (ekraf) merupakan yang tertinggi pada 2016, yaitu mencapai 41,4 persen. Di tahun yang sama, nilai ekspor kuliner juga mengalami peningkatan sebesar 6,92 persen menjadi $1,206 miliar dari sebelumnya $1,179 miliar," katanya.

Sementara, Kepala Subdit Segmen Bisnis dan Pasar Dalam Negeri Bekraf, Fahmi Akmal mengatakan, Kreatifood 2019 ini menghadirkan 144 pelaku usaha di bidang kuliner. 

"Tahun ini kami memperbanyak dari umum, tidak hanya peserta dari Foodstartup Indonesia (FSI). Dari FSI sendiri hanya 50 peserta," ujar Akmal.

Kreatifood bagi pelaku usaha kuliner merupakan ajang promosi yang bagus. Diungkapkan Joe, salah satu peserta yang juga pemilik Nukita Food mengatakan, ini kali kedua mengikuti acara bersifat nasional ini. Menurutnya, setiap tahun mengalami peningkatan dalam hal penjualan. 

"Tahun kemarin ikut. Tahun ini kebetulan ada kesempatan ikut lagi. Setiap tahun selalu mendapatkan hal baru termasuk di bidang penjualan yang meningkat," kata pengusaha makanan asal Bandung. (pts)

Penulis : Pita Sari

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

02 Aug 2020 14:15 WIB

Nikmatnya Bakso Saeton, Kuliner Legendaris di Kota Banyuwangi

Legenda Tenan

Bakso Saeton merupakan bakso milik Saeton.

30 Jul 2020 10:20 WIB

DANA Targetkan 1000 UMKM di Banyuwangi Go Digital

Ekonomi dan Bisnis

Dorong UMKM Go Digital Dengan Pendampingan Dan Pelatihan

29 Jul 2020 22:15 WIB

Pemerintah Janjikan Bantuan untuk 12.000 UMKM

Nasional

UMKM dijanjikan bantuan akibat terdampak Covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...