Salah seorang penyandang disabilitas sedang melakukan simulasi pencoblosan dengan menggunakan template braile (Foto: Muh Hujaini/ngopibareng.id)

KPU Banyuwangi Gelar Simulasi Pencoblosan Untuk Disabilitas

05 Aug 2020 14:44

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

KPU Banyuwangi menggelar sosialisasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) kepada penyandang disabilitas, Rabu, 5 Agustus 2020.

Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pemahaman pada penyandang disabilitas mengenai tata cara pemberian suara di pilkada yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang.

Kegiatan yang dilakukan di aula KPU Banyuwangi ini sekaligus untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu, khususnya di kalangan disabilitas.

"Kita mengakomodir saudara kita yang difable. Baik tuna netra, tuna rungu dan mungkin ada disabilitas lainnya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat,"  ujar Komisioner KPU Banyuwangi Divisi Humas dan Parmas, Dian Purnawan.

Dalam kegiatan itu, para penyandang disabilitas diberikan penjelasan tentang pemberian suara di TPS di era new normal yang harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

KPU juga melakukan simulasi pencoblosan dengan menggunakan alat bantu pencoblosan atau template braile bagi penyandang tuna netra.

"Jumlah template braile dari penyusunan anggaran kemarin kita sediakan 3.745 buah. Jadi setiap TPS kita sediakan template braile," jelasnya.

Katanya, sesuai amanah Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 1 tahun 2015 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota menjadi undang-undang penyelenggara harus  memberikan akses yang mudah bagi disabilitas.

Contohnya pemberian akses untuk penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda di TPS, alat coblos yang ramah pada untuk tuna netral dan pendamping. Untuk pendamping, kata Dian, bisa membawa sendiri atau meminta bantuan petugas yang ada di TPS.

"Kita selalu komitmen untuk mengakomodir saudara kita difabel untuk berperan serta dalam pilbup Banyuwangi 2020 ini. Harapan kami di 2020 bisa mengakomodir seluruh disabilitas," katanya.

Untuk jumlah pemilih dari kalangan disabilitas, berdasarkan data Pemilu serentak pada 2019 lalu terdapat 2.148 penyandang disabilitas. Untuk tahun 2020 ini jumlahnya masih menunggu hasil pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang saat ini sedang bekerja.

"Setelah 13 Agustus nanti baru diketahui berapa jumlah pemilih di Banyuwangi berapa laki-laki, berapa perempuan dan berapa penyandang disabilitasnya," ujarnya.

Untuk itu dia meminta pada organisasi disabilitas untuk memberikan data seluruh penyandang disabilitas yang sudah memiliki hak suara. 

"Mungkin ada anggotanya yang belum terdata, belum didatangi PPDP kami minta datanya, kami akan langsung eksekusi ke bawah," tegasnya.

Sementara itu, sosialisasi ini disambut baik kalangan penyandang disabilitas. Kegiatan itu, membantu mendukung kepercayaan diri para difabel untuk berperan serta dalam pilkada di Banyuwangi.

"Yang penting kebutuhan kami dipenuhi seperti template braile, akses untuk kursi roda dan pendamping bagi tuna rungu. Karena Tuna Rungu biasanya dipanggil tidak mendengar, jadi harus diberitahu," kata salah satu peserta penyandang disabilitas, Windoyo, 39 tahun.