Ilustrasi mafia impor ikan. (Ngobar)
Ilustrasi mafia impor ikan. (Ngobar)

KPK Teruskan Bongkar Mafia Impor Ikan Laut

Ngopibareng.id Korupsi 03 October 2019 11:00 WIB

KPK terus menelusuri praktek mafia dalam impor ikan laut yang melibatkan BUMN Perum Perindo (Perusahaan Umum Perikanan Indonesia).

Selasa 24 September lalu, KPK telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini  yakni Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda (RSU) sebagai penerima dan Mujib Mustofa (MMU) sebagai pemberi.

Hari ini, Kamis, KPK memanggil empat saksi dalam penyidikan kasus suap terkait dengan kuota impor ikan tahun 2019.

Empat saksi dijadwalkan diperiksa untuk tersangka Direktur PT Navy Arsa Sejahtera Mujib Mustofa (MMU).

"Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap empat orang saksi untuk tersangka MMU terkait tindak pidana korupsi suap kuota impor ikan tahun 2019," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Empat saksi, yaitu SPV Divisi Sales Perum Perindo Jeri Srinur Eka, karyawan Perum Perindo Mohamad Saefulah, mantan karyawan Perum Perindo Iwan Pahlevi, dan Wastika Prilly Lastiyan dari unsur swasta.

Dalam kasus itu, KPK menemukan adanya dugaan alokasi "fee" Rp1.300 untuk setiap kilogram "Frozen Pacific Mackarel" yang diimpor ke Indonesia.

KPK menduga Risyanto menerima 30 ribu dolar AS terkait pengurusan kuota impor ikan tersebut.

Sebagai pemberi, Mujib disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan sebagai penerima, Risyanto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. (an/ar)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Nov 2020 18:26 WIB

Luhut: Edhy Prabowo Orang Baik

Pemerintahan

Menteri KP ad interim Luhut menyebut Edhy Prabowo orang baik.

28 Nov 2020 18:05 WIB

Wali Kota Cimahi Ditahan KPK

Korupsi

Walikota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna ditahan KPK.

28 Nov 2020 15:46 WIB

KPK Amankan Uang hingga Dokumen Usai Geledah Kantor KKP

Korupsi

KPK menggeledah kantor KKP selama 15 jam lebih.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...