Salah seorang tersangka penerima suap kasus restitusi pajak PT WAE, Nain Fahmi, berjalan meninggalkan Gedung KPK menuju mobil tahanan, Kamis, 3 Oktober 2019. Ia bersama dua tersangka lainnya, Jumari dan Yul Dirga, ditahan untuk 20 hari ke depan. (Foto: kcm)
Salah seorang tersangka penerima suap kasus restitusi pajak PT WAE, Nain Fahmi, berjalan meninggalkan Gedung KPK menuju mobil tahanan, Kamis, 3 Oktober 2019. Ia bersama dua tersangka lainnya, Jumari dan Yul Dirga, ditahan untuk 20 hari ke depan. (Foto: kcm)

KPK Tahan Tersangka Suap Restitusi Pajak Dealer Mobil Mewah

Ngopibareng.id Korupsi 03 October 2019 19:00 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga Ditjen Pajak Yul Dirga (YD) yang telah ditetapkan sebagai tersangka suap terkait pemeriksaan atas restitusi pajak PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) tahun pajak 2015 dan 2016.

"YD, mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di belakang gedung Merah Putih KPK," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019.

Sebelumnya, KPK memeriksa Yul Dirga dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Usai diperiksa, Yul yang telah mengenakan rompi tahanan KPK bungkam saat ditanya awak media seputar kasusnya tersebut.

KPK telah menetapkan lima tersangka terkait kasus tersebut, yaitu pemilik saham PT WAE Darwin Maspolim (DM) sebagai pemberi suap.

Sedangkan sebagai penerima, yakni Yul Dirga, supervisor tim pemeriksa pajak PT WAE di Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga Hadi Sutrisno (HS), Ketua Tim Pemeriksa Pajak PT WAE Jumari (JU), dan anggota Tim Pemeriksa Pajak PT WAE M Naim Fahmi (MNF).

Selain Yul Dirga, KPK pada Kamis juga menahan Naim Fahmi selama 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur Jakarta.

Tersangka Darwin diduga memberi suap sebesar Rp1,8 miliar untuk Yul, Hadi, Jumari, dan Naim agar menyetujui pengajuan restitusi pajak PT WAE tahun pajak 2015 sebesar Rp5,03 miliar dan tahun pajak 2016 sebesar Rp2,7 miliar.

PT WAE merupakan perusahaan penanaman modal asing yang menjalankan bisnis sebagai dealer dan pengelola layanan sales, services, spare part, dan body paint untuk mobil merk Jaguar, Bentley, Land Rover, dan Mazda. (ant)

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Dec 2020 15:39 WIB

Bursa Calon Pengganti Menteri Kelautan dan Perikanan

Nasional

Sandi Uno, Susi Pudjiastuti hingga Fadly Zon masuk bursa Menteri KKP?

01 Dec 2020 23:30 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Kasus Edhy Prabowo ke Ngabalin

Korupsi

KPK menjelaskan posisi Ngabalin dalam kasus Edhy Prabowo.

28 Nov 2020 18:26 WIB

Luhut: Edhy Prabowo Orang Baik

Pemerintahan

Menteri KP ad interim Luhut menyebut Edhy Prabowo orang baik.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...