Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar berjalan ke luar gedung KPK seusai diperiksa di Jakarta, Senin 16 April 2018. Emirsyah Satar yang telah ditetapkan sebagai tersangka, diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls Royce pada PT Garuda Indonesia dengan tersangka Soetikno Soedarjo. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)
Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar berjalan ke luar gedung KPK seusai diperiksa di Jakarta, Senin 16 April 2018. Emirsyah Satar yang telah ditetapkan sebagai tersangka, diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls Royce pada PT Garuda Indonesia dengan tersangka Soetikno Soedarjo. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

KPK Panggil Mantan Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar

Ngopibareng.id Korupsi 10 July 2019 12:20 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Utama PT Garuda Indonesia periode 2005-2014 Emirsyah Satar (ESA) sebagai tersangka kasus suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia.

"Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia 2005-2014 ESA sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Selain Emirsyah, KPK juga telah menetapkan mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo (SS) sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

KPK pun telah memeriksa Soetikno pada Selasa 9 Juli dan mengonfirmasi yang bersangkutan soal adanya temuan baru dugaan aliran dana baru lintas negara dalam perkara suap tersebut. Usai diperiksa, Soetikno memilih irit bicara.

"Tanyakan kepada pak penyidik sajalah, terima kasih," ucap Soetikno.

Emirsyah dan Soetikno telah ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Januari 2017 lalu, namun sampai saat ini KPK belum menahan keduanya.

Emirsyah dalam perkara ini diduga menerima suap 1,2 juta euro dan 180 ribu dolar AS atau senilai total Rp20 miliar serta dalam bentuk barang senilai 2 juta dolar AS yang tersebar di Singapura dan Indonesia dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 pada PT Garuda Indonesia Tbk.

Pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara Soetikno Soedarjo selaku "beneficial owner" dari Connaught International Pte. Ltd yang berlokasi di Singapura.

Soektino diketahui merupakan presiden komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA), satu kelompok perusahaan di bidang media dan gaya hidup. (ant)

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

04 Mar 2021 23:11 WIB

Rapid Test Antigen Gratis untuk Penumpang Garuda Rute Domestik

Nasional

Garuda gratiskan rapid test antigen penumpang rute domestik.

04 Mar 2021 13:52 WIB

Tak Sependapat Soal Ekspor Benih Lobster, Benarkah?

Nasional

Dulu dia sempat menantang mantan Menteri KKP untuk berdebat soal lobster.

03 Mar 2021 03:30 WIB

Aktor Mark Sungkar Terjerat Korupsi Dana Pelatnas Triathlon

Lain-lain

Di masa tuanya, aktor Mark Sungkar terjerat kasus korupsi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...