Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) suarakan keprihatinan atas kecanduan anak terhadap game online di Bundaran HI, Jakarta, Senin 11 November 2019. (Foto: Asmanu/ngopibareng.id)

Aksi Keprihatianan KPAI Terhadap Anak Kecanduan Game Online

Nasional 11 November 2019 13:28 WIB

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan, kecanduan anak-anak terhadap game online kian memprihatikan.

Problem ini tak hanya terjadi di Tanah Air, negara lain juga mengalami masalah yang sama.
Anak-anak zaman now lebih suka menghabiskan waktunya bermain game online daripada belajar dan berinteraksi dengan keluarga, atau melakukan permainan tradisional.

Lebih memprihatinkan lagi, sebagian besar orangtua justru memfasilitasi bahkan mengajak anaknya main game online atau nonton YouTube selama berjam-jam. Cara ini biasanya jitu untuk meredam anak-anak yang cenderung rewel.

Untuk menyampaikan pesan keprihatinan ini, komunitas perlindungan anak bersama KPAI turun ke jalan berorasi di seputar Tugu Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta.

Anakanak turut dalam aksi menyuarakan keprihatinan atas kecanduan game online Foto AsmanungopibarengidAnak-anak turut dalam aksi menyuarakan keprihatinan atas kecanduan game online. (Foto: Asmanu/ngopibareng.id)

Pesan keprihatinan yang digelar Senin 11 November 2019 ini, sempat menyita perhatian pengguna jalan raya yang akan menuju Jl Thamrin-Imam Bonjol dan Sudirman.

Setelah berorasi sekitar 30 menit, pengunjukk rasa diminta pihak kepolisian untuk meninggalkan lokasi dengan dalih untuk keselamatan pengunjuk rasa sendiri.

Dalam aksi ini, komunitas peduli anak, membawa poster berisi himbauan kepada orangtua supaya melindungi anak-anak dari kecanduan gadget.

Aktivis KPAI, Merdeka Sirait mengatakan, aksi ini merupakan bagian dari ihtiar untuk mencegah ketergantungan anak pada gadget dan game online.

"Kalau dibiarkan berdampak buruk pada anak-anak. Merusak mata, malas belajar, dan tidak peduli pada lingkungan," ujarnya.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Harris Iskandar mengatakan, aksi-aksi semacam itu harus sering disuarakan agar menghindari ketergantungan anak pada gadget.

"Kalau dulu anak nangis minta dibelukan mainan atau jajan. Sekarang kalau nangis yang diminta handphone," kata Harris ketika dihubungi ngopibareng.id.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

18 Jun 2020 07:37 WIB

Lindungi Siswa Miskin, Sistem Zona PPDB DKI Tak Berdasarkan Nilai

Nasional

Masyarakat miskin tersingkir di jalur zona

11 Jun 2020 06:47 WIB

Pendidikan Jarak Jauh Jangan Mengorbankan Anak Didik di Daerah 3T

Nasional

Dana Desa bisa difungsikan selama pendidikan jarak jauh.

10 Jun 2020 16:42 WIB

KPAI: Pembelajaran Jarak Jauh Jangan Persulit Anak Didik

Pendidikan

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diperpanjang pada era new normal.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...