Tetangga dan Kerabat Antar Korban Lion Air ke Pemakaman

01 Nov 2018 11:29 Jawa Timur

Proses pemakaman Jannatun Cintya Dewi, 24 tahun, korban jatuhnya Lion Air JT 610 dari Sukodono, Sidoarjo dibanjiri pelayat.  Jenazah Jannatun sendiri diterbangkan pada pukul 05:15 WIB  pagi dari Rumah Sakit Polisi Soekanto Kramat Jati Jakarta dan tiba di Bandara Juanda Surabaya pada pukul 06:15 WIB pagi, Kamis 1 November 2018.

Pantauan ngopibareng.id di rumah duka yang terletak di Desa Suruh, Sukodono, Sidoarjo, sejak pagi, karangan bunga terus berdatangan. Karangan bunga ini datang mulai dari tempat kerja Jannatun hingga pihak lain yang turut berduka cita.

Ada juga karangan bunga yang berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Pertamina, Perusahaan Gas Negara, Direktorat Jenderal Migas, dan beberapa instansi lainnya. Terlihat juga karangan bunga ucapan belasungkawa dari Maskapai penerbangan PT Lion Air Group.

Karangan bunga setidaknya berasal dari kementerian ESDM, Pertamina, Perusahaan Gas Negara, Direktorat Jenderal Migas, serta beberapa pejabat lainnya. Terlihat juga karangan bunga ucapan belasungkawa dari maskapai penerbangan PT Lion Air Group.

Menurut ayah almarhum, Bambang, jenazah putrinya tiba di rumah duka sekitar pukul 07.00 WIB dan langsung dilakukan salat jenazah bersama keluarga dan tetangga.

"Ya tadi nyampe di Juanda pukul 06.15 WIB, tiba di sini pukul 07.00 WIB," ujarnya dengan nada lirih.

Jenazah dimakamkan sekitar pukul 7.30 WIB, berlokasi di pemakaman umum yang terletak kurang lebih 500 meter dari rumah duka. Mulai dari keluarga, tetangga dan kerabat kerja ikut mengantar kan jenazah ke pemakaman.

Sementara itu, ayah almarhum Bambang sendiri mengaku tidak memiliki firasat khusus meninggalnya Jannatun. Bahkan malam sebelum jatuhnya pesawat, Jannatun sempat berkomunikasi dengan ibunya.

"Sebelum kejadian malamnya hanya berkomunikasi ke ibunya, sekadar untuk mengingatkan salat, atau makan," ujarnya.

Almarhum, merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bambang Supriadi dan Surtiyem. Sarjana lulusan Teknik Kimia Institut Tekhnologi Sepuluh November (ITS) Surabaya tersebut, diketahui merupakan salah satu staf analis Kegiatan Usaha Hilir Migas, Ditjen Migas Kementerian ESDM.

Bambang juga mengaku jika dirinya mendapat informasi pesawat yang ditumpangi putrinya jatuh, dari instansi putrinya bekerja yaitu Kementerian ESDM.

Bambang juga sempat diberangkatkan oleh Kementerian ESDM ke Jakarta untuk identifikasi jenazah, hari Senin lalu tepat setelah pesawat dikabarkan jatuh.(ocn)

Rumah duka di desa Suruh Sukodono Sidoarjo Foto Roesdan ngopibarengid
Rumah duka di desa Suruh, Sukodono, Sidoarjo (Foto: Roesdan/ ngopibareng.id)
Pemakaman tidak jauh dari lokasi rumah duka Foto Roesdanngopibarengid
Pemakaman tidak jauh dari lokasi rumah duka (Foto: Roesdan/ngopibareng.id)
Reporter/Penulis : Roesdan Suriansyah
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini