Korban gempa berada di tenda Posko Pengungsian Desa Kekait, Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Kamis kemarin.  (foto:ahmad subaidi/antara)
Korban gempa berada di tenda Posko Pengungsian Desa Kekait, Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Kamis kemarin. (foto:ahmad subaidi/antara)

Korban Gempa Khawatirkan Kesehatan di Tenda Pengungsian

Ngopibareng.id Nasional 17 August 2018 11:04 WIB

Korban gempa tektonik 7 Skala Richter 5 Agustus, di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, mengkhawatirkan kesehatannya selama berada di tenda pengungsian.
     
Seperti yang diungkapkan Anisa (24), warga Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Ibu yang memiliki seorang balita itu mengaku khawatir jika nantinya musim penghujan tiba.
     
"Tadi malam saja sekitar jam tiga, hujannya deras sekali. Kita jadi tidak bisa tidur, airnya ngalir masuk ke tenda, bagaimana ini ya, bingung mau ke mana," kata Anisa ketika ditemui Antara di posko pengungsian Desa Kekait, Kabupaten Lombok Barat, Kamis sore (16/08).
     
Anisa yang mengaku atap rumahnya rata dengan pondasi bangunan itu pun mengkhawatirkan kesehatan anaknya yang masih berusia balita.
     
"Anak saya dua hari ini tidurnya kurang. Di sini banyak nyamuk, kalau ada `minyak telon` pak," pintanya sembari mengibaskan selendang di atas tubuh anaknya yang sedang tidur lelap.
     
Begitu juga dengan Ahmad (32), warga Jambianom, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.
     
Ketika ditemui Antara Kamis siang, dia terlihat sedang terbaring lemas dengan wajah pucat di atas sebuah tikar berteduhkan pohon mangga.
     
"Demam pak, sudah dua hari. Sudah ke dokter," kata istrinya sembari memijit kepala Ahmad.
     
Dari pantauan Antara, pascagempa mengguncang Pulau Lombok dan sekitarnya, banyak warga yang membangun tenda pengungsian darurat. Tidak hanya karena kondisi rumah warga banyak yang rusak berat, namun khawatir akan terjadi gempa susulan menjadi alasan mereka sampai bertahan di tenda pengungsian.

Menurut data dari Posko Tanggap Bencana Gempa Bumi Kabupaten Lombok Barat, gempa berkekuatan 7,0 SR pada Minggu 5 Agustus lalu  mengakibatkan kerusakan sebanyak 48.594 rumah, 221 fasilitas peribadatan, 24 fasilitas kesehatan, 87 fasilitas pendidikan, 4 jembatan,129 toko dan kios serta sedikitnya 134.683 jiwa mengungsi di 4 Kecamatan wilayah Kabupaten Lombok Barat. (an/hs)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Jan 2021 09:55 WIB

Pemkot Surabaya Gencarkan Asesmen Perkantoran

Surabaya

Ingatkan kantor untuk memperbaiki ventilasi udara

26 Jan 2021 20:40 WIB

PPKM Tak Efektif, LaNyalla Desak Pemerintah Beri Sanksi Tegas

Nasional

Masih banyak masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

25 Jan 2021 23:22 WIB

1,9 Juta Warga Jatim Terjaring Operasi Yustisi Selama PPKM

Jawa Timur

Kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan rendah

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...