Kopiah model tradisional yang sering identik disebut Kopiah Soekarno. foto:benihernedi

Kopiah, Satu Cerita Banyak Kisah (2)Kopiah: Ada yang Berventilasi dan Berfungsi Seperti AC

15 Jun 2018 12:00

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Banyak desa-desa berubah menjadi kota, karena keisi penduduk lamanya yang datang kembali. Kalau sudah begini, kota yang gemerlap ndak ada apa-apanya dengan desa-desa. Sebab itu kota jangan sombong, jangan seenaknya bilang dengan umpatan wong ndeso. Bisa kualat kalau yang sudah pulang ke desa ndak mau balik lagi ke kota.

Hari ini sudah bakdan. Pasti itu. Dan semua orang Islam pasti merayakannya. Banyak kota-kota sepi, karena ditinggal penghuninya.Banyak desa-desa berubah menjadi kota, karena keisi penduduk lamanya yang datang kembali. Kalau sudah begini, kota yang gemerlap ndak ada apa-apanya dengan desa-desa. Sebab itu kota jangan sombong, jangan seenaknya bilang dengan umpatan wong ndeso. Bisa kualat kalau yang sudah pulang ke desa ndak mau balik lagi ke kota.

______________

Oiya, ini bakdan kan. Sudah pada makan jajan lebaran to. Sudah pada sakit perut karena kebanyakan makan to. Sudah antri di WC atau pulang balik ke kakus karena lupa bawa obat mencret untuk menghentikan kinerja usus yang sedang payah to.

Oiya, ini bakdan sudah berjalan. Banyak orang memakai peci kan? Atau kopiah kan? Lha Anda tadi Salat Ied di lapangan pakai kopiah apa tidak? Yow is lah kalau lupa tidak memakai, sementara ada rasa sungkan kalau meminjam milik mertua.         

Kopiah, begini lanjutannya: di Kota Gresik ada jalan bernama Jalan KH Cholil. Jalan itu tak begitu lebar. Kanan kirinya terasa sumpek. Mobil dan motor parkir cukup sembarangan. Di jam-jam tertentu malah akan menjadi ruwet. Toko pracangan, tempat usaha, PKL, sekolah dan rumah sakit numpuk jadi satu. Nah, di jalan yang sumpek itulah ada nama AWING berada.

Apa itu? Awing adalah Produsen kopiah paling terkenal dari kota Gresik. 

Kopiah full AC, keren kan. foto:istimewa

Selintas, pabrik kopiah alias songkok alias peci ini seperti industri rumahan biasa. Tak ubahnya pabrik kopiah lain yang cukup banyak bertebaran Kota Santri seperti Gresik. Yang menjadikannya istimewa adalah, Awing merupakan perintis pembuatan kopiah tanpa karton. Padahal, umumnya, pembuatan kopiah harus dengan karton agar bisa berdiri maksimal juga memiliki bentuk yang bagus.

Kisah Awing menjadi produsen kopiah sudah menyebar seperti virus di kalangan wirausaha. Mulai berdiri dan melakukan produksi massal 1986 dengan basis Gresik, Jawa Timur. Dia nyaris tanpa modal saat memulai usaha. Modal didapatnya dari sinergi dengan seorang kenalan bernama Haji Anwar.  Ia pun lantas mencoba membuat songkok yang berbeda.

Songkok yang ada selama ini memiliki bahan dasar dari kertas karton untuk lingkar kepala. Karton kemudian dibalut dengan bahan beludru hitam, lalu dijahit sehingga menjadi kopiah. Nah, karton itulah yang justru menjadi kelemahannya. Kopiah menjadi gampang rusak manakala karton penyangga beludrunya rusak. Selebihnya akan menjadi tidak awet.  

Awing lantas mencoba membuat kopiah dengan kualitas bahan baku yang lebih baik. Tanpa menyisipkan karton. Jahitan dibikin lebih halus dan rapi. Kain beludru juga dipilihkan dari bahan yang asli dan bukan KW. Rupanya, kreatif yang ia hasilkan ini berhasil mengundang monat banyak orang.

Packaging bagus, omset bagus. foto:istimewa

Berikutnya munculah kopiah dengan jenis beragam dipasaran. Di antaranya ada kopiah tanah air, kopiah berventilasi atau ber-AC, kopiah Gus, dan kopiah warna-warnai seperti warna lambing partai. Pada songkok ber-AC, bagian ujung depan dan belakang atap kopiah memiliki ventilasi. Terbuat dari kain kasa dan dijahit menyatu dengan kopiah. Adapun kopiah tanah air dibuat untuk mengatasi kalau turun hujan sewaktu pulang dari masjid. Kopiah Gus adalah memdibidik para kiai dan santri, sedangkan yang warna-warni merah, biru, kuning dan hijau ditujukan kalangan orang-orang partai.

Jika ditotal omsetnya, dan dengan gaya serta pemasaran terobosan seperti itu, dalam sebulan kopiah Awing bisa tembus 6 miliar rupiah. Sementara Haji Anwar yang support modal awal usaha itu akhirnya ikut menjadi distributor pemasaran kopiah Awing. Masing-masing di Jakarta, Semarang dan Ujung Pandang.

Guna meningkatkan mutu produk, Awing & Son, mulai tahun 2012 sudah menerapkan sistem manajeman mutu standar ISO 9001 : 2008. Sebuah sistem yang senantiasa menjaga jaminan kualitas produk kopiah ini sehingga semakin baik memenuhi keinginan konsumen pasar domestik maupun memacu penjualan ekspor mancanegara.

Kain beludrunya pun tidak main-main, bahan berkualitasnya didatangkan langsung dari Korea, Amerika, dan Jepang. Itu yang membuat Kopiah Awing senantiasa nyaman dipakai, ringan dan yang paling penting adalah anti kusut.

Guna meningkatkan mutu produk Awing & Son mulai tahun 2012 sudah menerapkan Sistem Manajeman Mutu Standar ISO 9001 : 2008. Sebuah sistem yang akan senantiasa menjaga jaminan kualitas Produk Songkok ini sehingga semakin baik memenuhi keinginan konsumen pasar domestik maupun memacu penjualan ekspor mancanegara.

Sejak zaman Sunan Giri hingga saat ini Gresik tetap terdepan dalam industri kopiah. Kemudian kota lain mengikutinya seperti Kudus, Pekalongan Tasikmalaya dan sebagainya. (widikamidi/habis)